Header Ads Widget

Pengertian Multikulturalisme dan Contohnya

Multikulturalisme
Source: Pexels.com/Lum3n

Pengertian multikulturalisme 

Multikulturalisme adalah sebuah pandangan atau ideologi yang mengaku dan mengagungkan perbedaan dimana ketika semua kelompok budaya dan ras mendapat hak dan kewajiban yang setara di dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut bahasa, multikulturalisme berasal dari kata "multi" dan "kultural" yang secara etimologi dapat diartikan sebagai "keragaman budaya".

Baca juga: 8 Perbedaan Negara Maju dan Negara Berkembang

Pandangan multikulturalisme atau keberagaman budaya bermanfaat untuk menciptakan dan menjaga budaya-budaya yang berbeda dalam suatu masyarakat.

Keragaman ras, etnis, dan agama menjadi karakteristik tersendiri yang disebabkan oleh banyak faktor, seperti:

  • Geografis
  • Pernikahan campur budaya
  • Masuknya budaya asing
  • Iklim yang berbeda
  • Perbedaan sistem religi
  • Asal-usul berlainan

Pengertian Multikulturalisme Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian multikulturalisme menurut para ahli:

1. Roald (2009)

Pengertian ultikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan tentang ragam kehidupan di dunia, atau kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan tentang adanya keragaman, kebhinekaan, pluralitas, sebagai realitas utama dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem sosial-budaya, dan politik yang mereka anut.

2. Lawrence Blum, dikutip Lubis (2006:174)

Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.

3. A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar

Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut.

Baca juga: 10 Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli

4. Azyumardi Azra (2007)

Multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.

5. Parsudi Suparlan (2002) 

Akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia.

Baca juga: Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup

6. Cholil (2008:7)

Multikulturalisme merupakan kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompokkelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai yang ditandai oleh kesediaan untuk menghormati budaya lain.

7. Clifford Geertz

Masyarakat Multikultural ialah suatu masyarakat yang terbagi ke dalam subsistem yang lebih kurang dapat berdiri dan masing-masing dari subsistem tersebut akan terikat oleh ikatan primordial.

8. KBBI

Gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.

9. Nasikun

Menurut Nasikun, multikulturalisme merupakan suatu kondisi masyarakat yang berisfat majemuk yang secara struktur memiliki sub-sub kebudayaan yang ditandai dengan kurang berkembangya sistem nilai, sehingga menimbulkan munculnya beragam konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Baca juga: 15 Pengertian HAM Menurut Para Ahli

10. Bhikhu Parekh

Multikultural merupakan kesepakatan yang telah dibuat oleh masyarakat yang didasari oleh rasa kesatuan dengan mengesampingkan perbedaan seperti perbedaan agama, etnis, politik, budaya, dan perbedaan lainnya. 

Contoh Multikulturalisme

Berikut ini adalah beberapa contoh multikulturalisme:

  • Saling menghormati antar umat beragama.
  • Menghargari pendapat serta prinsip hidup orang lain.
  • Tidak menjelek-jelekan budaya atau suku tertentu.
  • Saling tolong-menolong dalam kehidupan masyarakat tanpa melihat latar belakang suku dan budaya.
  • Semua orang mendapat hak yang sama dalam hal apapun.
  • Toleransi hidup beragama dalam masyarakat