Mengenal Apa Itu Asas Trikon yang Digagas Ki Hajar Dewantara

asas trikon

Asas trikon yang digagas Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara adalah salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah Indonesia yang banyak berjasa dalam bidang pendidikan.

Ada banyak gagasan tentang pendidikan dilahirkan oleh Bapak Pendidikan Nasional ini, salah satunya adalah asas trikon.

Apa itu asas trikon? Apa manfaatnya untuk pendidikan Indonesia?

Pada artikel ini kita akan membahas pengertian asas trikon dan manfaatnya untuk pendidikan. Yuk disimak!

Baca juga: Apa definisi manusia merdeka menurut Ki Hajar Dewantara?

Pengertian Asas Trikon

Secara sederhana, asas trikon dapat diartikan sebagai prinsip dalam pembelajaran yang berfungsi untuk mewujudkan transformasi pendidikan.

Diberi nama asas trikon karena memuat tiga unsur penting, yaitu Kontinuitas, Konvergensi, dan Konsentris. Berikut penjelasan dari ketiga asas trikon tersebut.

1. Kontinuitas

Maksud kontinuitas adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan secara terus-menerus dan selalu berkesinambungan.

Hal tersebut didasari karena kesadaran bahwa segala sesuatu, khususnya prestasi pendidikan tidak dapat dicapai secara instan atau tiba-tiba.

Semua butuh proses yang terukur sehingga pengembeangan pendidikan menjadi lebih tertata dalam setiap tahapannya.

Kemudian, dengan perencanaan yang matang, siswa dapat mengevaluasi perkembangan yang didapat dari pembelajaran yang telah dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan.

Proses belajar mengajar harus dirancang dengan mempertimbangkan kelanjutan dan kemajuan siswa dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Ini berarti bahwa pendidikan harus memiliki kurikulum yang terstruktur dan progresif, sehingga siswa dapat membangun pengetahuan dan keterampilan mereka secara bertahap.

Asas kontinuitas dalam pendidikan memiliki beberapa implikasi penting.

Pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga melibatkan berbagai lingkungan dan konteks kehidupan sehari-hari.

Misalnya, pendidikan dapat terjadi di rumah, di masyarakat, atau melalui pengalaman praktis. Hal ini mengakui pentingnya pembelajaran sepanjang hayat dan pengembangan diri yang berkelanjutan.

Baca juga: Ki Hajar Dewantara Mendefinisikan Pendidikan Sebagai Tuntunan Artinya

2. Konvergensi

Asas konvergensi adalah sebuah proses pengembangan pendidikan yang dilakukan dengan cara mengambil sumber lain yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi diri sendiri.

Dalam hal ini, konvergensi bisa dilakukan dengan mengambil sumber atau referensi dari bangsa lain seperti yang pernah dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara ketika mempelajari praktik pendidikan dunia, misalnya dari Maria Montessori, Froebel dan Rabindranath Tagore.

Asas konvergensi juga dapat diartikan sebagai proses penyatuan antara berbagai sistem pendidikan, dimana berbagai disiplin ilmu saling berinteraksi dan saling melengkapi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Contoh asas konvergensi adalah penggunaan smartphone dalam dunia pendidikan. Dengan smartphone, guru dapat mempelajari berbagai informasi yang berguna untuk pendidikan.

Saat ini begitu banyak lahir portal yang membahas seputar pendidikan, salah satunya Sastrawacana.id.

Peran para guru di era digital ini adalah sebagai mentor yang baik agar para siswa menggunakan kecanggihan teknologi sebagai media pembelejaran dan pengembangan.

Baca juga: Mengintip Sistem Pendidikan Zaman Kolonial Belanda yang Mengiris Hati

3. Konsentris

Asas konsentris adalah pengembangan pendidikan yang disesuaikan dengan kultur budaya bangsa sendiri agar proses belajar menjadi lebih efektif.

Jadi, dengan menerapkan asas konsentris, kita dapat mempelajari perkembangan dari bangsa lain, tapi harus tetap disesuaikan dengan kultur dan budaya bangsa sendiri.

Sebab, tujuan pendidikan adalah mengarahkan siswa untuk tumbuh kembangan setinggi-tingginya sesuai dengan karakter kebudayaannya sendiri.

Asas konvergensi mengacu pada beberapa pertimbangan, seperti karakteristik anak, ruang belajar, media pembelajaran, dan pengelolaan kelas.

Nah, itulah penjelasan tentang asas trikon yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel pendidikan lainnya di tautan ini: Artikel Pendidikan