Pengertian Serta Contoh Hutang Jangka Panjang dan Pendek

Contoh Hutang Jangka Panjang dan Pendek

Hutang Jangka Panjang dan Pendek (Pexels.com/Monstera)

Pengertian Hutang Jangka Panjang dan Pendek

Hutang jangka panjang dan hutang pendek adalah dua jenis hutang yang berbeda.

Hutang jangka pendek, juga dikenal sebagai utang lancar, adalah jenis hutang yang diharapkan dapat dilunasi dalam waktu satu tahun atau kurang.

Sementara itu, hutang jangka panjang adalah jenis hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.

Hutang jangka panjang biasanya memiliki bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan hutang jangka pendek, karena perusahaan atau individu meminjam uang untuk jangka waktu yang lebih lama.

Baca juga: Omzet: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Contoh Hutang Jangka Panjang dan Pendek

Berikut adalah contoh hutang jangka panjang dan pendek:

1. Hutang jangka panjang

Hutang jangka panjang adalah hutang yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun. Contoh hutang jangka panjang antara lain:

  • Pinjaman bank untuk membeli rumah
  • Obligasi yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun
  • Kredit kendaraan yang jangka waktu pembayarannya lebih dari satu tahun

Baca juga: 5 Krisis Terparah yang Membuat Uang Tak Ada Artinya

2. Hutang jangka pendek

Hutang pendek adalah hutang yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun. Contoh hutang pendek antara lain:

  • Kartu kredit yang harus dibayar setiap bulan
  • Pinjaman dari teman atau keluarga yang jatuh tempo dalam waktu singkat
  • Hutang dagang yang harus dibayar dalam waktu singkat

Baca juga: 7 Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

Penting untuk memahami perbedaan antara hutang jangka panjang dan hutang pendek karena masing-masing memiliki implikasi yang berbeda terhadap keuangan.

Hutang jangka panjang memiliki jangka waktu pembayaran yang lebih lama, sehingga pembayaran bulanan biasanya lebih rendah.

Namun, karena jangka waktu pembayarannya lebih lama, bunga yang harus dibayar biasanya lebih tinggi.

Sementara itu, hutang pendek biasanya memiliki bunga yang lebih rendah, tetapi pembayarannya harus dilakukan dalam waktu singkat, sehingga bisa menjadi beban finansial jika tidak dikelola dengan baik.