7 Contoh Soal Tes Psikotes dan Cara Mengerjakannya

Contoh Soal Tes Psikotes
Foto: pexels.com/RODNAE Productions

Tes psikotes menjadi syarat paling utama bagi calon pekerja untuk dapat bekerja di suatu perusahaan.

Sayangnya, tak sedikit kandidat yang seringkali gagal melewati tes ini.

Untuk bisa lolos dari ujian psikotes perusahaan, memiliki kemampuan akademik yang bagus saja tidaklah cukup.

Satu hal yang harus diketahui bahwa tujuan dari psikotes bukan untuk mengukur seberapa baik kemampuan akademik kamu.

Baca juga: Tips Wawancara Kerja, Lakukan 5 Hal Ini Dijamin Lancar

Adanya psikotes yang dilakukan saat melamar kerja ditujukan untuk mengukur aspek psikis kamu sebagai kandidat di perusahaan tersebut.

Sebelum kamu menjalani tes psikotes, ada baiknya kamu mempelajari kiat-kiat mengerjakan tesnya dengan mengerjakan contoh-contoh soal yang banyak tersedia di internet.

Untuk penjelasan selengkapnya, baca hingga tuntas artikel berikut ini.

Contoh Soal Tes Psikotes dan Cara Mengerjakannya

Salah satu faktor banyak kandidat gagal mengikuti tes psikotes karena mereka tidak paham bahwa di dalam tesnya terdapat beberapa bagian yang punya tujuan berbeda.

Oleh karena itu, berikut ini adalah 7 contoh soal psikotes beserta tips bagaimana kamu harus mengerjakannya.

1. Tes Kemampuan Verbal

Di setiap tes psikotes, kamu akan selalu menemui tes kemampuan verbal. Tes ini meliputi persamaan kata (sinonim), lawan kata (antonim), analogi, dan korelasi makna.

Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan kamu dalam menghadapi suatu kondisi sekaligus memahami sebab akibat dari sebuah permasalahan.

Tips mengerjakan tes tipe ini adalah kamu harus memperbanyak penguasaan kosa kata dan juga artinya.

Baca juga: Miliki 4 Soft Skill ini Maka Kamu Akan Mudah Mendapat Pekerjaan

Umumnya tes ini terdiri dari 40 soal dan di sini kamu harus dapat menggunakan logika saat mengerjakannya.

Berkonsentrasilah secara penuh agar kamu dapat menyelesaikan semua soalnya. Kerjakan terlebih dahulu soal-soal yang kamu anggap mudah.

Ini contoh soal psikotes untuk tes kemampuan verbal:

Tes sinonim:

TIDAK BISA TIDUR = ….

  • Khawatir
  • Insomnia
  • Terlelap
  • Sedih

Jawaban: Insomnia

Tes antonim:

KERDIL = ….

  • Tinggi
  • Susut
  • Bongsor
  • Mini 

Jawaban: Bongsor

2. Tes Wartegg

Seperti namanya, tes wartegg ini pertama kali ditemukan oleh seorang psikolog asal Jerman bernama Ehrig Wartegg.

Tujuan dari tes tipe ini yaitu untuk mengetahui karakter dalam diri seseorang, mulai dari kemampuan memecahkan masalah, ketekunan, cara beradaptasi di tempat baru, keinginan yang ingin dicapai, dan lain sebagainya.

Dalam tes ini umumnya terdapat 8 kotak yang berisi pola-pola berbeda, mulai dari kotak berpola titik, garis lurus hingga garis lengkung.

Di sini kamu diminta melanjutkan pola-pola tersebut untuk menjadi sebuah gambar sesuai dengan imajinasi dan kreativitas kamu.

Baca juga: Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Usahakan untuk mengerjakannya secara berurutan dari kiri ke kanan agar memudahkan kamu mengingat pola mana yang pertama kali dikerjakan.

Sebab, di akhir sesi kamu akan diminta pengawas mencantumkan nomor dari pola yang digambar paling awal hingga akhir.

Berikut ini contoh soal tes wartegg:

tes wartegg
Foto: pengusahadanpegawai.blogspot.com

3. Tes Logika Aritmatika

Jika kamu melamar pekerjaan di posisi yang banyak melibatkan kegiatan menghitung, seperti akuntansi, data analyst, hingga software engineer, kamu akan mendapatkan tes logika aritmatika.

Tes ini terdiri dari deretan angka yang harus kamu pahami polanya.

Kamu dapat memecahkan soal-soal angka yang ada dalam tes dengan cara pembagian, perkalian, penjumlahan, pengurangan, persentase, dan pecahan angka.

Dibutuhkan fokus serta konsentrasi tinggi untuk dapat menyelesaikan tes psikotes ini tepat waktu.

Contoh soalnya seperti berikut ini:

1 24 20 16 12 = ….
  • 6
  • 8
  • 2
  • 4
Jawaban: 8

Karena masing-masing angka dikurangi 4, maka angka selanjutnya yang muncul adalah 8.

Kamu harus membaca keseluruhan deretan angka dengan memperhatikan setiap polanya, baik itu berupa pengelompokkan secara berurutan, ataupun secara acak.

4. Tes Penalaran (Deret Gambar)

Tes penalaran ini menggunakan media gambar 2 atau 3 dimensi sehingga kamu harus bisa memahami setiap pola ke dalam bentuk gambar.

Kunci utama dalam mengerjakan tes ini adalah konsentrasi tinggi dan memperhatikan secara detail gambar-gambar yang ada, seperti perputaran warna atau penempatan titik.

Berikut adalah contoh soal tes penalaran:

tes penalaran
Foto: psikotes-gambar.blogspot.co.id

5. Tes Koran atau Pauli

Tes Pauli atau yang lebih dikenal dengan tes koran merupakan tes perhitungan sederhana dan sebetulnya cukup mudah.

Dalam tes ini kamu diharuskan menjumlahkan deretan angka yang tersusun secara vertikal.

Meski kelihatannya mudah, namun angka yang harus dijumlahkan sangatlah banyak dan mirip seperti lembaran koran.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja

Tes ini sangat menguras tenaga dan konsentrasi sehingga kamu harus pintar-pintar mengatur tempo saat mengerjakannya.

Kamu bisa melihat contoh tes koran seperti berikut ini:

tes pauli
Foto: linovhr.com

Usahakan untuk tidak terpengaruh orang lain yang menghitung lebih cepat dari kamu, karena hal itu hanya akan membuatmu panik dan tertekan.

Atur tempo kamu sendiri, jangan terlalu cepat atau terlalu lambat, tetapi yang terpenting adalah konsistensi dalam mengerjakannya.

6. Tes Menggambar Orang atau Menggambar Pohon

Selain menghitung, tes psikotes yang banyak dilakukan saat melamar kerja adalah menggambar. Kamu akan diminta untuk menggambar sebuah pohon pada kertas A4.

Namun, ada satu syarat untuk mengerjakannya, yaitu kamu tidak diizinkan menggambar pohon kelapa atau pohon yang berukuran kecil.

Kamu harus menggambar pohon berukuran cukup besar dan yang memiliki ranting.

Tidak hanya itu, kamu juga diharuskan menggambar orang.

Bedanya dengan menggambar pohon, kamu diminta menggambar orang lengkap dengan anggota tubuh dan tampak seperti sedang melakukan kegiatan.

Baca juga: 5 Profesi yang Bisa Kamu Pilih Saat Ingin Berhenti Kerja

Lalu apa yang dinilai dalam tes ini?

Penilaian dari tes ini bukan perihal keindahan gambarnya melainkan untuk melihat bagaimana karakter dan kepribadian kamu.

Ini contoh tes menggambar orang atau pohon:

tes menggambar pohon
Foto: linovhr.com

7. Tes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Diantara tes psikotes di atas, tes EPPS ini bisa dibilang yang paling mudah.

Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui lebih detail mengenai kepribadian dan karakter dari kandidat. 

Meskipun tes ini mudah, tapi jangan menjawab dengan asal-asalan.

Tes ini melihat konsistensi kandidat dalam menjawab soal.

Kamu harus berusaha menjawab seluruh pertanyaan tersebut walaupun tidak sesuai kepribadianmu.

Sebab, Akan ada banyak pertanyaan yang diulang sehingga mudah untuk mendeteksi apakah kamu jujur atau tidak saat menjawab soalnya.

Hasil dari tes ini akan menunjukkan sepert apa kepribadian dan kesesuaian kandidat dengan suatu pekerjaan.

Oleh karena itu, tes ini bisa digunakan juga oleh kandidat sebagai acuan memahami seperti apa suasana kerja, mulai dari budaya dan sistem yang diterapkan di perusahaan tersebut.

Berikut ini contoh tes EPPS:

tes EPPS
Foto: konsultan psikologijakarta.com

Pahami jobdesc dari posisi atau pekerjaan yang kamu incar saat akan mengerjakan soalnya.

Kemudian, jawablah sesuai kepribadian yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.

Tes ini bertujuan untuk menilai apakah kepribadian kamu cocok dengan jenis pekerjaan yang kamu lamar.

Baca juga: 15 Peluang Bisnis dengan Modal Kecil di Bawah 1 Juta

Kesimpulan 

Mempelajari soal tes psikotes akan memberikan kamu gambaran bagaimana cara menjawabnya.

Sebab, melamar sebuah pekerjaan tidak semudah seperti yang kita harapkan.

Ada banyak kandidat yang gagal di tahap psikotes padahal ia punya nilai akademik yang bagus.

Jadi, persiapkan dirimu sebaik mungkin ketika ada undangan psikotes.

Sebab, nasibmu tergantung bagaimana kamu memulai langkah pertama. Semoga bermanfaat!