Header Ads Widget

6 Contoh Kearifan Lokal dalam Bidang Pertanian

Contoh Kearifan Lokal dalam Bidang Pertanian
Source: pexels.com/Quang Nguyen Vinh

Kearifan lokal adalah sebuah tatanan atau perilaku hidup masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan dimana mereka tinggal.

Begitupun dalam pertanian, ada kearifan lokal yang menjadi budaya atau adat istiadat yang dilakukan oleh masyarakat sekitar menurut daerah masing-masing.

Setiap daerah memiliki kearifan lokal sendiri. Mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, maka ada banyak jenis kearifan lokal dalam bidang pertanian.

Baca juga: 5 Manfaat Waduk Bagi Kehidupan Manusia

Contoh kearifan lokal dalam bidang pertanian

Berikut ini adalah contoh kearifan lokal dalam bidang pertanian.

1. Pranoto Mongso

Kearifan lokal ini digunakan untuk mengolah pertanian, dimana sebagai arahan kepada petani untuk bercocok tanam mengikuti tanda-tanda alam.

Selain itu, dengan Pranoto Mongso, petani juga tidak sembarangan mengolah lahan meskipun sarana dan prasarana mendukung dengan tujuan agar keseimbangan alam tetap terjaga.

2. Nyabuk Gunung

Nyabuk Gunung merupakan sebuah metode bertani dengan membuat teras sawah yang dibentuk sesuai garis kontur. Cara ini banyak dilakukan di lereng bukit Sindoro dan Sumbing.

Nyabuk Gunung juga merupakan konservasi lahan untuk mencegah terjadinya longsor.

Dalam praktiknya, petani memanfaatkan lahan seperlunya, alias tidak boros dan tidak menanam tanaman yang dilarang sesuai hukum adat setempat.

Baca juga: 8 Penyebab Pencemaran Udara dan Pencegahannya

3. Tumpang Sari

Tumpang Sari adalah kearifan lokal dalam bidang pertanian yang menerapkan bercocok tanam biji-bijian.

Metode ini dilakukan dengan cara menanam beberapa jenis tumbuhan pada satu area dalam waktu bersamaan.

Cara ini bertujuan untuk melindungi tanah dari sinar matahari langsung untuk menjaga kualitas tanah dari hama.

4. Subak

Subak adalah kearifan lokal pertanian di Bali dalam pengelolaan sumber daya air untuk bercocok tanam.

Setiap petani yang tergabung dalam organisasi subak akan saling bekerjasama dalam mengelola air sehingga semua terjaga keadilan dalam pendistribusian air.

Jadi, ketika irigasi air dalam kondisi berkecukupan, maka semua petani dapat menikmatinya. Begitupula ketika irigasi air kurang, maka semua dapat jatah yang sama.

Baca juga: 6 Perbedaan Hidup di Kota dan di Desa, Kamu Pilih yang Mana?

5. Repung

Repung adalah salah satu kearifan lokal, dimana lahan disediakan oleh masyarakat untuk ditanami tumbuhan pangan penghasil karbohidrat oleh kelompok, seperti Gadung, Talas, Ubi Rambat, Ubi Kayu, Gembili, dan lain-lain.

Repung ini sangat berguna ketika keadaan darurat, yaitu saat bahaya kelaparan mengancam.

Sehingga kelompok tani memiliki cadangan makanan ketika keadaan darurat tersebut sampai terjadi.

Baca juga: Keadaan Iklim di Asia Tenggara dan Ciri-Cirinya

6. Witwitan

Wiwitan merupakan sebuah ritual yang dilakukan oleh petani sebelum panen padi sebagai bentuk rasa syukur kepada alam.

Pelaksanaan tradisi witwitan ini biasanya membawa berbagai macam makanan ke sawah yang kemudian dibagi-bagikan untuk dimakan bersama.