Header Ads Widget

Cerita Fantasi: Pengertian Menurut Ahli, Struktur dan Contohnya

cerita fantasi

Pengertian Cerita Fantasi

Cerita fantasi adalah karangan yang berdasarkan imajinasi belaka sehingga tidak akan terjadi pada dunia nyata.

Penulis cerita fantasi umumnya menciptakan dunia imajinasi sendiri dalam ceritanya.

Tokoh atau latar pada cerita fantasi adalah tokoh atau latar yang tidak ada di dunia nyata, yang biasanya hasil dari modifikasi dunia nyata.

Baca juga: Contoh Cerita Fabel Hewan Singkat 3 Paragraf dan 2 Paragraf

Pengertian Cerita Fantasi Menurut Para Ahli

1. Nurgiyantoro

Teks cerita fantasi adalah karangan yang memiliki tema, tokoh, latar, dan plot dengan kebenaran yang diragukan baik dalam sebagian maupun keseluruhan cerita.

2. Huck, dkk.

Teks cerita fantasi merupakan cerita yang kaya akan makna. Pengarang tidak hanya menonjolkan kisah yang hebat melainkan juga pesan yang berguna bagi kehidupan.

3. Zoest

Zoest membagi pengertian teks cerita fantasi menjadi tiga poin penting.

Pertama, teks cerita fantasi memuat semesta yang tidak nyata karena berasal dari imajinasi penulis.

Kedua, cerita tersebut menyuguhkan kejadian yang tidak rasional.

Poin terakhir, teks cerita fantasi memiliki semesta yang dibuat mirip dengan dunia nyata dengan dibumbui unsur yang asing dan aneh.

4. Lloyd Alexander

Teks cerita fantasi dimaknai sebagai sebuah cerita yang dibangun berdasarkan unsur kemustahilan. Dikatakan mustahil karena tidak sesuai dengan realita kehidupan yang ada.

Baca juga: Prosa: Pengertian, Unsur, Jenis, dan Contohnya

Struktur Cerita Fantasi

Strukur teks fantasi hampir sama dengan struktur teks narasi, yaitu terdiri dari orientasi, konflik, resolusi dan ending. Berikut penjelasan masing-masing struktur teks fantasi:
  • Orientasi: Orientasi adalah bagian pengenalan tentang penokohan, tema, dan alur cerita kepada pembacanya.
  • Konlik: Konflik merupakan bagian permasalahan dimulai dari awal permasalahan hingga menuju ke puncak.
  • Resolusi: Resolusi merupakan penyelesaian dari permasalahan atau konflik yang tejadi.
  • Ending: Ending merupakan penutup cerita.

Contoh Cerita Fantasi

Kisah Kelinci dan Siput

Pada jaman dahulu kala, hiduplah dua binatang di hutan yang luas.

Binatang itu ialah kelinci dan siput. Kelinci memiliki sifat sangat sombong dan pemarah.

Bahkan sang kelinci sering meremehkan hewan hewan lainnya.

Ketika ia berjalan jalan disekitar hutan, kelinci itu bertemu sang siput berjalan dengan sangat lambat.

Kelinci berkata, “hei Siput, apa yang kamu lakukan di sini?”

Siput menjawab,” Aku sedang mencari penghidupan.”

Kelinci tersebut malah marah karena ia berpikir sang siput hanya berlagak mencari penghidupan.

Si siput berusaha menjelaskan maksud jawabannya tadi, namun kelinci tetap saja marah bahkan ia juga mengancam akan menginjak tubuh siput.

Akhirnya siput menantang adu kecepatan dengan kelinci. Mendengar tantangan tersebut, sang kelinci marah besar.

Ia menerima tawaran siput dan berkata dengan keras agar hewan hewan lain menjadi saksi perlombaan lari antara kelinci dengan siput.

Hari perlombaan itu tiba, kelinci dan siput tadi berlomba lari untuk mencapai garis finish.

Siput tentu saja akan kalah jika diadu lari dengan kelinci.

Namun, siput punya ide cemerlang.

Sebelum perlombaan dimulai, si siput memiliki akal untuk meminta siput siput lainnya berada di titik titik jalur lomba lari sampai ke finish.

Hal ini dikarenakan cangkang semua siput memiiliki kesamaan, dengan begitu hewan-hewan lain, dan kelinci itu tidak akan curiga.

Saat lomba dimulai, si kelinci dengan bangganya berlari kencang meninggalkan siput.

Akhirnya rencana siput berjalan lancar dan akhirnya siput tadi menjadi pemenang walaupun sebenarnya yang memasuki finish ialah temannya.

Dengan kemenangan siput membuat kelinci menjadi tidak sombong dan tidak pemarah lagi.