Header Ads Widget

Contoh Cerita Fabel Hewan Singkat 3 Paragraf dan 2 Paragraf


Pengertian Cerita Fabel

Cerita fabel adalah sebuah cerita fiksi yang lebih banyak menggunakan imajinasi dalam penciptaannya. Cerita fabel sendiri selalu mengangkat cerita tentang hewan atau tumbuhan yang dikatikan dengan kehidupan nyata, di mana dalam setiap cerita fabel, penulis akan memberikan nilai, moral, dan pesan yang positif.

Cerita fabel lebih dipersembahkan untuk anak-anak karena sifat dari cerita fabel yang sangat imajinatif dan terkesan ringan.

Cerita fabel juga dilengkapi dengan gambar yang komplit, artinya jumlah kalimat dan gambar hampir setara. Jadi, sangat mudah dipahami oleh anak-anak.


Berikut ini sastrawacana.id akan memberikan beberapa contoh cerita fabel singkat tentang hewan. Berikut diantaranya.

Contoh Cerita Fabel Singkat 3 Paragraf

1. Kisah Harimau dan Singa

Dulu hidup seekor harimau dan singa. Mereka adalah teman akrab, sampai suatu ketika mereka diuji oleh hewan hutan untuk saling membunuh. Maka singa berkata "mengapa aku harus membunuh temanku?", hewan hutan berkata "karena raja hutan hanya satu".

Harimau berkata kepada sang singa "jika hanya ada satu raja hutan, maka kaulah yang tepat." Singa pun menjawab "apakah kau tidak apa apa wahai temanku?" Harimau pun menjawab lagi, "Peran raja bagiku tidak penting, yang paling penting adalah persahabatan kita jangan sampai putus hanya karena kedudukan."

Pada akhirnya mereka tidak saling bunuh, tapi menjalin kesepakatan, sang singa menjadi raja dan sang harimau menjadi pendamping. Mereka pun bersahabat sampai akhir hayat.

2. Kisah Burung dan Kerbau

Pada zaman dahulu kala ada seekor burung yang selalu membersihkan kutu di tubuh kerbau. Hingga pada suatu hari si burung tidak datang lagi dan si kerbau sedih mencari sahabatnya.

Kerbau datang mengunjungi angsa untuk bertanya keadaan burung, "wahai angsa, tahukah kamu di mana burung sahabatku?" Angsa pun menjawab, "Dia sekarang sedang pergi ke suatu tempat yang jauh." Si kerbau pun pulang dengan sedih.

Keesokan harinya si burung datang dan kerbau langsung bahagia. Kerbau bertanya "kamu selama ini ke mana?" Burung menjawab, "aku mencari tumbuhan untuk mengobati luka di tubuhmu karena kutu." Mendengar itu, kerbau terharu dan merekapun bersahabat selamanya.

3. Kisah Kucing Kelaparan

Pada suatu hari ada seekor kucing yang sedang kelaparan. Dia berkeliling untuk mencari makanan. Tapi ketika mencari makanan, dia dihadang oleh segerombolan anjing sehingga kucing takut dan pergi ke tempat lain. Ketika ke tempat lain, anjing kembali mengikuti kucing dan kucing langsung berlari kencang sambil menahan rasa takut.

Sesampainya di suatu tempat sepi, kucing sudah merasa aman dan melanjutkan mencari makanan. Dengan penuh perjuangan akhirnya si kucing mendapatkan makanan dan ia langsung membawanya ke tempat sepi untuk dinikmati sendiri. Tapi sesampainya di tempat sepi, segerombolan anjing datang lagi. Kemudian kucing bertanya, "kenapa dari tadi kalian mengikutiku? Aku tidak mengganggu, aku cuma lapar."

Anjing pun menjawab, "daritadi aku melindungimu dari kucing jahat yang mau mencuri makananmu. Kamu terlalu cepat menilai sebelum tahu kebenarannya." Dan akhirnya si kucing mengerti bahwa segerombolan anjing itu baik karena berniat melindunginya dari kejahatan kucing lain.

Contoh Cerita Fabel Singkat 2 Paragraf

1. Kisah Ular dan Kura-Kura

Pada zaman dahulu hidup seekor ular yang sedang kelaparan, karena tak tahan akan lapar iapun mengunjungi temannya sang kura-kura . Tibahlah ia di rumah sang kura-kura, kemudian sang kura -kura berkata "Ada apa ke sini wahai temanku? ". Sang ular menjawab "aku sedang kelaparan". Kura-kura langsung menyuruh ular masuk ke dalam rumahnya.

Sang ular pun menjawab "terima kasih wahai kawanku, kau memang sangat baik." Kur-kura berkata "jangan sungkan karena aku adalah sahabatmu, sekarang kamu meminta bantuan kepadaku, mungkin esok hari aku yang meminta bantuan kepadamu. Akhirnya sang ularpun tidak kelaparan lagi, sang ular berterima kasih kepada sang kura -kura dan berteman seumur hidupnya.

2. Kisah Monyet Yang Serakah

Pada suatu hari, monyet mendapat banyak makanan dan tidak mau berbagi kepada temannya si tupai. Padahal tupai sangat lapar, tapi monyet tidak mau memberikan makanannya. Hingga akhirnya tupai pun pergi mencari makanan sendiri sambil tergopoh-gopoh karena badannya lemas.

Setelah berhasil mendapat makanan, tupai membawa pulang dengan niat dibagi bersama monyet. Tapi tak disangka tupai melihat monyet yang tersedak karena rakus menghabiskan semua makanan. Tupai langsung membantu monyet itu agar memuntahkan makanannya. Setelah kejadian itu, monyet tidak serakah lagi.

3. Kisah Kerjasama Semut

Pada suatu hari, seekor semut sedang mencari makanan dan ia mendapatkan sepotong kue. Ia ingin membawa pulang tapi tidak kuat. Hingga ia meminta bantuan kepada semut lainnya. Tak menunggu lama, banyak semut datang untuk membantu membawa kue itu pulang.

Semut pun terharu, karena teman-temannya rela bekerjasama untuk membantunya. Dari situ, semut sadar bahwa dia tidak bisa melakukan semuanya seorang diri, tapi membutuhkan bantuan dari teman-temannya.

4. Kisah Burung Yang Sombong

Burung dan kura-kura adalah teman dari kecil. Tapi, semakin lama si burung berubah dan menjadi sombong karena dia punya sayap dan bisa terbang, sedangkan kura-kura hanya bisa jalan pelan. Hingga suatu hari si burung menantang kura-kura untuk lomba pergi ke danau, yang tercepat adalah pemenangnya.

Hari perlombaan tiba, burung terbang sambil mengejek kura-kura yang lambat. Namun, siapa sangka ternyata hujan lebat dan petir yang membuat burung tidak bisa terbang. Kura-kura dilindungi tempurung dan berjalan terus. Akhirnya si kura-kura menang dan burung merasa sedih karena kesombongannya.

Contoh Cerita Fabel Hewan Singkat

Kisah Kelinci dan Siput

Pada jaman dahulu kala, hiduplah dua binatang di hutan yang luas. Binatang itu ialah kelinci dan siput. Kelinci memiliki sifat sangat sombong dan pemarah. Bahkan sang kelinci sering meremehkan hewan hewan lainnya. Ketika ia berjalan jalan disekitar hutan, kelinci itu bertemu sang siput berjalan dengan sangat lambat.

Kelinci berkata, “hei Siput, apa yang kamu lakukan di sini?” Siput menjawab,” Aku sedang mencari penghidupan.” Kelinci tersebut malah marah karena ia berpikir sang siput hanya berlagak mencari penghidupan.

Si siput berusaha menjelaskan maksud jawabannya tadi, namun kelinci tetap saja marah bahkan ia juga mengancam akan menginjak tubuh siput. Akhirnya siput menantang adu kecepatan dengan kelinci. Mendengar tantangan tersebut, sang kelinci marah besar. Ia menerima tawaran siput dan berkata dengan keras agar hewan hewan lain menjadi saksi perlombaan lari antara kelinci dengan siput.

Hari perlombaan itu tiba, kelinci dan siput tadi berlomba lari untuk mencapai garis finish. Siput tentu saja akan kalah jika diadu lari dengan kelinci. Namun, siput punya ide cemerlang. Sebelum perlombaan dimulai, si siput memiliki akal untuk meminta siput siput lainnya berada di titik titik jalur lomba lari sampai ke finish.

Hal ini dikarenakan cangkang semua siput memiiliki kesamaan, dengan begitu hewan-hewan lain, dan kelinci itu tidak akan curiga. Saat lomba dimulai, si kelinci dengan bangganya berlari kencang meninggalkan siput.

Akhirnya rencana siput berjalan lancar dan akhirnya siput tadi menjadi pemenang walaupun sebenarnya yang memasuki finish ialah temannya. Dengan kemenangan siput membuat kelinci menjadi tidak sombong dan tidak pemarah lagi.