Header Ads Widget

Kumpulan Diksi untuk Menulis Puisi

Pengertian Diksi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kbbi), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

Diksi atau sering juga disebut pilihan kata, penggunaan diksi berhubungan dengan ketetapan penggunaan kata, setiap kata memilki makna tertentu yang berbeda dengan makna yang lainnya. Walaupun ada beberapa kata yang sekilas memilki makna yang hampir sama, tetapi sebenarnya masing-masing memilki perbedaan.

Baca juga: 66 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Contoh Diksi Dalam Puisi

Berikut ini adalah kumpulan diksi yang bisa digunakan untuk menulis puisi. Tentunya pemilihan diksi akan mempengaruhi hasil puisi itu sendiri. Maka, gunakanlah diksi-diksi yang tepat agar karya menjadi semakin baik.

  1. Akara : Bayang

  2. Aksa : Jauh/Mata

  3. Aksama : Ampunan

  4. Ambu : Aroma

  5. Anala : Api

  6. Ancala : Gunung

  7. Anila : Angin

  8. Anindita : Sempurna

  9. Anindya : Cantik Jelita

  10. Anitya : Tidak Kekal

  11. Asrar : Rahasia

  12. Astu : Puji

  13. Atma : Jiwa

  14. Bagaskara : Matahari

  15. Baswara : Berkilau, Bercahaya

  16. Bernas : Berisi Penuh, Semakin Berisi

  17. Bhama : Nafsu

  18. Bianglala : Pelangi

  19. Citta : Maksud Hati, Pikiran

  20. Cumbana : Mencium

  21. Dahayu : Cantik, Molek, Elok

  22. Daksa : Badan; Tubuh

  23. Dama : Cinta Kasih

  24. Dayita : Kekasih

  25. Dekap : Peluk

  26. Gata : Telah Pergi

  27. Gundah : Sedih, Bimbang, Gelisah

  28. Harsa : Kegembiraan

  29. Hirap : Hilang

  30. Ina : Matahari Pagi/Senja

  31. Indurasmi : Sinar Rembulan

  32. Jamanika : Tirai, Tabir

  33. Janardana : Menggairahkan

  34. Kama : Dipuja

  35. Kampa : Getaran

  36. Kampana : Mempunyai Getaran

  37. Korelasi : Hubungan Timbal Balik

  38. Miang : Lugut

  39. Nabastala : Langit

  40. Nestapa : Sedih Sekali, Susah Hati

  41. Persistensi : Gigih, Kukuh, Tekun, Terus Menerus.

  42. Rimpuh : Sudah Tua Sekali

  43. Rinai : Gerimis, Rintik-Rintik

  44. Sedari : Sejak

  45. Sempena : Berkah

  46. Sendu : Sedih, Pilu, Dukacita

  47. Sporadis : Tidak Tentu, Kadang2

  48. Termaktub : Tertulis, Tercantum

  49. Umbu : Nenek Moyang

  50. Urgensi : Sangat Penting

  51. Zamin : tanah/negeri/negara

  52. Wiweka : sangat berhati-hati

  53. Sujana : berburu  (bijaksana, pandai)

  54. Bianglala : pelangi

  55. Hibuk : giat bekerja/banyak pekerjaan/sibuk

  56. Melankolia : depresi

  57. Pupus : habis sama sekali/hilang/lenyap

  58. Lenggana : segan/enggan/tidak sudi

  59. Renjana : rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, dan sebagainya)

  60. Gemintang : susunan bintang/peta bintang/rasi bintang

  61. Temaram : remang-renang

  62. Lazuardi : batu permata berwarna biru

  63. Lara : sedih/susah hati/sakit

  64. Mara : bencana/bahaya

  65. Mandalika : sebuah sebutan atau jabatan (gubernur, Adipati, dan sebagainya)

  66. Palapa : memikat serta menarik hati

  67. Padmarini : indah serta tajam

  68. Asmaraloka : dunia cinta kasih

  69. Retislaya : luka dalam hati

  70. Indurasmi : sinar rembulan

  71. Kama : dipuja

  72. Mala : sengsara

  73. Rudita : ditangisi

  74. Harsa : bahagia/gembira

  75. Gata : telah pergi

  76. Kalbu : hati

  77. Nabastala : langit

  78. Terdayuh : sedih

  79. Jelampah : bergelimpang, bergolek, terkapar

  80. Basirah : hati, penglihatan hati, qalbu

  81. Relikui : benda keramat, aji-aji, jimat

  82. Gapah : cakap, lincah, trengginas, pantas

  83. Sadrah : berserah, pasrah, bertawakkal

Update:

A

1. Abap : Bunga / Kembang Api

2. Abhati : Cahaya Agung

3. Adorasi : Pengorbanan

4. Afsun : Pesona

5. Agah : Tatap

6. Ajun : Maksud

7. Akara : Bayang

8. Aksa : Jauh (KBBI) / mata

9. Aksama : Ampunan

10. Alap : Bagus

11. Amaraloka : Dunia cinta kasih

12. Ambivalen : Mencintai dan membenci pada orang yang sama

13. Ambu : Aroma

14. Anak Dara : Anak perempuan yang sudh mencapai usia remaja dan belum kimpoi

15. Anala : Api

16. Anca : RIntangan

17. Abacai : Hacur (minang), abai

18. Ancala : Gunung (KBBI)

19. Andam Karam : Lenyap

20. Angggara : Buas, liar

21. Anila : Angin

22. Anindita : Sempurna

23. Anindya : Cantik Jelita

24 Anitya : Tidak Kekal

25. Apatis : Acuh tidak acuh

26. Arkais : Berhubungan dengan masa lalu atau cerita kuno, tidak lazim dipakai lagi

27. Arkian : Sesudah itu; kemudian dari itu

28. Arumi : Harum, wangi

29. Arunika : Fajar atau matahari terbit

30. Astu : Puji, alem, sembah

31. Atma : Jiwa, arwah, sukma

32. Ayut : Bersetubuh, bersenggama


B

1. Bagaskara : Matahari

2. Baka : Abadi, awet, kekal, lestari, qadim

3. Baswara : Berkilau, bercahaya

4. Bekile : Makan yang dilakukan secara bersama-sama

5. Belungsang : Bentak / Hardik

6. Bena : Menarik / Ombak dan banjir

7. Benawat : Sombong

8. Berahi : Perasaan cinta antara 2 orang berlainan jenis

9. Bhama : Nafsu

10. Bilur : Luka panjang pada kullit (Seperti kena cambuk)

11. Birai : Dinding berukuran rendah di tepi jembatan atau tangga

12. Bongko : Mati (Jawa Kasar)

13. Buhul : Ikatan / simpul


C

1. Candala : Rendah, hina, nista ; kata sifat (KBBI) / rendah diri 'nggak pede' ; kata kerja (KBBI)

2. Candramawa : Hitam bercampur putih / Bulu kucing (KBBI) / Kebijakan

3. Ceraki : Pedagang bahan obat / jamu

4. Citta : Maksud hati, pikiran

5. Cumbana : Mencium

6. Cumbanarasa : Kenikmatan bersenggama


D

1. Dahayu : Cantik, molek, elok

2. Daksa : Badan (KBBI)

3. Dama : Cinta Kasih

4. Dampo : Sapaan orang tua yang mengadopsi anaknya (Saudara)

5. Dayita : Kekasih

6. Dersik : Desir, bunyi angin (KBBI)

7. Dewana : Tergila-gila

8. Diksi : Pilihan kata yang tepat atau selaras

9. Diperdom : Dimaki dengan kata makian "Perdom"

10. Dore : Lumpur yang sangat cair, dalam dan dapat enghisap objek yang jatuh ke dalamny (lumpur hisap)


E

1. Efemeral : Tidak kekal hanya bersifat sesaat

2. Eminser : Potongan yang sangat tipis dari daging, buah atau sayur

3. Eonoia : Pemikiran yang indah dan baik

 
F

1. Faktisius : Nggak asli, tiruan, imitasi

2. Fiat : Persetujuan yang diberikan secara penuh atau sah dan biasanya digunakan dalam kontek formal


G

1. Galaksi : Gugusan bintang

2. Galau : Berat otak, bingung, kacau karut, karuut

3. Gamang : Merasa takut, ngeri, serta khawatir ketika melihat ke bawah

4. Gata : Telah pergi

5. Gelabah : Sedih / gelisah

6. Gemintang : Peta bintang, rasi bintang

7. Geni : Api

8. Geniwara : Ritual berpuasa dengan makanan yang dimasak dengan api

9. Genosida : Pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau daerah

10. Genta : Lonceng besar

11. Gorilya : Pencuri, maling, pencolong


H

1. Halai-balai : Kusut, tidak keruh, terlantar

2. Harsa : Gembira / bahagia, kegembiraan

3. Hasta Karya : Kerajinan tangan / swakarya

4. Hidu : Mencium aroma / bau

5. Hirap : Hilang (KBBI)

6. Hirta : Lumpur yang sangat halus, bewarna kuning atau kehijauan dan sering ditemukan menempel pada pipa air

7. Holokaus : Penghancuran / pembuhan sistematis di seluruh wilayah kekuasaan nazi


I

1. Idrak : Dalam keadaaan merasaka, mencapai, mengetahui, mengsafi (sesuatu) yang diperoleh melalui pancaindera, akal dan batin

2. Ina : Matahari pagi atau fajar

3. Indurasmi : Sinar rembulan


J

1. Jamanikaa : Tirai atau tabir

2. Janardana : Menggairahkan

3. Japri : Jalur privat, jalur pribadi

4. Jeremba : Mengulurkan tangan (untuk mencapai sesuatu), menggapai


K

1. Kalbu : Hati

2. Kalis : Suci, bersih, murni

3. Kama : Dipuja

4. Kampa : Getaran

5. Kampana : Mempunyai getaran

6. Kenes : Anak kecil yang lincah dan terus aktif/genit

7. Ketaksaan : Keraguan tentang makna, ambiguitas

8. Kimpoidra : Rajanya pujangga

9. Kirana : Sinarnya cantik dan molek

10. Kiwari : Modern, kin dan kontemporer

11. Klandestin : Secara diam-diam atau rahasia

12. Kulacino : Bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah


L
 
1. Lajnah : Panitia / komisi

2. Laknat : Kutuk, seranah, serapah ,sumpah

3. Lakuna : Ruang kosong / bagian yang hilang

4. Ligar : Berligar-ligar / berputar-putar

5. Lintang : Bintang

6. Lokawigna : Pengganggu dunia


M

1. Madah : Kata-kata pujian / berpanjang-panjangan

2. Mala : Sengsara

3. Mangata : Bayangan bulan di air yang terbentuk seperti jalan

4. Mangkus : Efektif, berhasil guna

5. Masygul : Bersusah hati karena suatu sebab; sedih; murung

6. Matrik : Batas / pembatas

7. Mega : Awan

8. Megar : Mekar (Jawa)

9. Membacang : Menahan

10. Meraki : Melakukan sesuatu dengan cinta, kreativitas dan sepenuh jiwa

11. Mudita : Perasaan bahagia melihat kebahagiaan orang lain


N

1. Nabastala : Langit

2. Nayanika : Mata yang indah dan memancarkan daya tarik

3. Nirmala : Tanpa cacat, cela, bersih dan tidak bernoda

4. Nuraga : Empati dan berbagi rasa


P

1. Padika : Syair

2. Padikaku : Metode

3. Padma : Teratai merah

4. Padmarini : Indah serta tajam

5. Pahang : Tangkai bunga

6. Pair jantungku : Detak jantungku tidak normal

7. Paksa : Sayap / separuh bulan

8. Palapa : Memikat serta menarik hati

9. Palawa : Bersemi

10. Panasea : Obat untuk semua penyakit / kesulitan

11. Pancarona : Bermacam warna / Panca warna ( KBBI)

12. Payoda : Awan / Awan yang menghasilkan air

13. Pedar : Benci, antipati, berang, bingit

14. Perdom : Kata untuk memaki

15. Petrikor : Aroma tanah saat terkena hujan

16. Pilau : Perahu

17. Pilon : Tidak tahu apa-apa


R

1. Rahara : Perempuan yang usisa yang selayaknya menikah

2. Rahsa : Rasa / Rahasia

3. Rajaswala : Penuh nafsu

4. Recaka : Bernafas

5. Rimpuh : Sudah tua sekali

6. Risak : Mengusik / mengganggu

7. Rodra : Kejam

8. Romansa : Novel / atau kisah prosa lainnya yang berciri khas tindakan kepahlawanan, kehebatan dan keromantisan dengan latar belakang historis atau imajiner

9. Rucira : Cemerlang

10. Ruciragati : Luwes

11. Rucita : Gemerlap

12. Rudira : Darah

13. Rudita : Ditangisi

14. Rundung : Mengganggu, mengusik terus-menerus, menyusahkan


S

1. Saban : Tiap-tiap

2. Sabana : Padang rumput yang ada pohonnya

3. Sangkil : Efektif,efesiesn, beradaya guna

4. Sarayu : Hembusan angin / angin

5. Savana : Tidak baku dari sabana

6. Sawala : Debat

7. Sehari : Sebahu, sebau, sehaluan, sepakat, sependirian, sepikiran dan seragam

8. Semenjana : Menengah, sedang yang biasa merujuk pada kasta

9. Sempena : Berkah (KBBI)

10. Senandika : Percakapan tokoh dengan dirinya sendiri

11. Sepai : Berpecah menjadi kecil dan berserak kemana-mana

12. Seracik : Seiris

13. Serendipiti : Menemukan sesuatu yanng menyenangkan saat tidak bermaksud mencarinya

14. Shyam : Kegelapan malam

15. Suar : Nyala api (cahaya) untuk tanda

16. Subtil : Halus, lembut

17. Sumarah : Menyerah pada keadaan, pasrah

18. Suryakanta : Kaca pembesar

19. Swakarya : Hasil karya sendiri

20. Swastaita : Matahari terbenam / sore hari

21. Swastamita : Pemandangan indah matahari terbenam


T

1. Takaluf : Mengutamakan formalitas sampai menyulitkan diri sendiri

2. Taklif : Menyerahkan beban (tugas kewajiban) yang sangat berat

3. Terdayuh : Sedih

4. Tergamang : Merasa kesunyian

5. Teyan : Donasi / menyumbang

6. Tirta Airmata : Air kehidupan


U

1. Ufuk : Kaki langit

2. Ugem : Berpegang (teguh)


V

1. Visus : Ketajaman penglihatan / jernihnya pandangan (biasa digunakan dalam kedokteran)


W

1. Wasana : Kekuatan bawa sadar yang memengaruhi karakter

2. Weharima : Kerja sama, gotong royong

3. Wekel : Rajin dan sunggguh-sungguh; tekun

4. Wiyata : Pengajaran / pelajaran