Header Ads Widget

100 Kata Bahasa Indonesia yang Jarang Digunakan di Kehidupan Sehari-hari


Bahasa Indonesia memiliki ratusan ribu kosakata yang sudah terdaftar di KBBI. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu dan perkembangan bahasa. Namun, sebagai pengguna Bahasa Indonesia, kita tentu tidak mengetahui semua kosakata yang ada dalam Kamus. Kali ini Sastrawacana.id telah merangkum beberapa kosakata yang jarang bahkan nyaris tidak pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:

Baca juga: 26 Kosakata Warna Bahasa Indonesia dan Artinya

  1. Adun = Bersolek, elok (karena berhias)

  2. Agul = Sombong, bangga

  3. Akaid = Kepercayaan yang telah pasti dan tidak boleh dipersoalkan lagi; ilmu tentang kepercayaan

  4. Aklimatisasi = penyesuaian (diri) dengan iklim, lingkungan, kondisi, atau suasana baru

  5. Akordeon = alat musik yang dapat dilipat yang dilengkapi dengan bilah gamitan (udara akan bertiup dengan kuat apabila pemuput udara digerakkan dengan tangan)

  6. Aksioma = pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian

  7. Alamas = intan

  8. Alimun = golongan pekerja yang sudah tidak produktif

  9. Ambin = kain (tali dan sebagainya) pengikat anak (barang dan sebagainya) yang digendong

  10. Ambivalen = bercabang dua yang saling bertentangan (seperti mencintai dan membenci sekaligus terhadap orang yang sama)

  11. Amtenar = pegawai negeri; pegawai pemerintah

  12. Anderak = lubang perangkap untuk menangkap gajah

  13. Anno = tahun

  14. Apriori = Anggapan yang muncul sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dan sebagainya) keadaan yang sebenarnya

  15. Aristokrasi = pemerintahan (kekuasaan) berada di tangan kaum bangsawan

  16. Aubade = nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pada pagi hari

  17. Baktau = induk semang bagi perempuan lacur; muncikari

  18. Balairung = balai atau pendopo besar tempat raja dihadap rakyatnya

  19. Barbur = suka menghambur-hamburkan uang; boros

  20. Bena = menarik untuk diperhatikan

  21. Bertih = beras yang disangrai di kuali sampai kulitnya pecah meletup

  22. Buhul= simpul pada tali; ikatan (pada dasi)

  23. Belandong = penebang kayu di hutan

  24. Candramawa = hitam bercampur putih (tentang warna bulu kucing)

  25. Candala = rendah; hina; nista

  26. Capik = lumpuh (tentang kaki dan tangan)

  27. Celangak = terbuka lebar (tentang pintu dan sebagainya); celangap

  28. Cempala = lancang

  29. Cempera = cerai berai

  30. Cenangga = cacat tubuh yang dibawa sejak lahir; cangga

  31. Cendala = hina; buruk; keji; cabul

  32. Cenduai = guna-guna (mantra) untuk memikat hati perempuan

  33. Cerana = tempat sirih yang bentuknya seperti dulang berkaki (dibuat dari kuningan, perak, dan sebagainya)

  34. Cerang = tempat dalam rimba yang sudah ditebang pohon-pohonnya (seperti bekas ladang)

  35. Cerau = tiruan bunyi air hujan yang deras

  36. Codak = angkat, dongak

  37. Curu = mencret

  38. Cutel = tamat; habis (tentang cerita dan sebagainya)

  39. Dabal = pundi-pundi yang digantungkan pada ikat pinggang

  40. Dabih = sembelih

  41. Dabik = pukul (menunjukkan keberanian)

  42. Dabir = juru tulis; penulis

  43. Dahriah = orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan; ateis

  44. Daksina = selatan

  45. Dalu = ranum; terlampau masak (tentang buah-buahan)

  46. Damik = tampar

  47. Decur = tiruan bunyi air memancur dan sebagainya

  48. Dedar = berasa panas (tentang badan)

  49. Degil = keras kepala

  50. Delap = tak tahu maul (suka meminta)

  51. Dingkit = sesak

  52. Durja = Muram, sedih

  53. Ekskursi = perjalanan untuk bersenang-senang; piknik; darmawisata

  54. Fadihat = kejelekan; keaiban; kenistaan

  55. Fiat = persetujuan penuh dan resmi

  56. Gagai = memanjat

  57. Gagau = meraba

  58. Gahara = keturunan raja yang tulen (ayah ibunya anak raja-raja)

  59. Gahari = sedang

  60. Galgal = serba tergesa-gesa dan kasar (tentang perbuatan, tingkah laku, pekerjaan, dan sebagainya)

  61. Gayang = terhuyung-huyung atau tidak tegak berdiri karena mabuk (pusing kepala, pening, dan sebagainya)

  62. Gegares = makan banyak-banyak (rakus)

  63. Geligis = menggigil; menggentar keras

  64. Gelincuh = tersaruk, salah urat

  65. Gelingsir = ingsut, meluncur turun

  66. Gelipar = meleset (tentang pedang dan sebagainya yang ditebaskan)

  67. Geligit = menggigit berulang-ulang

  68. Gelojoh = suka makan banyak; lahap; rakus

  69. Gelimang = kotor

  70. Gerenyau = lancang (terutama tentang anak perempuan)

  71. Germang = seram (tegak bulu badannya)

  72. Geruh = celaka; malang; sial; nasib buruk

  73. Geta = takhta, singgasana

  74. Geronyot = berdenyut-denyut (tentang urat daging dan sebagainya)

  75. Halimbubu = pusaran angin

  76. Hembalang = berguling-guling; pontang-panting (tentang lari);

  77. Hukama = orang orang cerdik pandai, orang alim

  78. Indarus = ayam sabungan yang telah kalah berlaga

  79. Inkaso = upah bagi pemungut uang

  80. Insinuasi = tuduhan tersembunyi, tidak terang-terangan, atau tidak langsung; sindiran

  81. Interim = sementara; sementara waktu

  82. Internir = mengasingkan

  83. Itlak = mengakui kebenaran suatu ajaran tanpa diselidiki sendiri

  84. Itifak = persetujuan; persamaan; persesuaian

  85. Jaharu = orang jahat

  86. Jamhur = orang pandai

  87. Jelengar = diam keheran-heranan

  88. Jemuas = kotor (bergelimang) oleh cairan dan sebagainya yang lekat-lekat (tentang muka, tangan, dan sebagainya)

  89. Juadah = bekal makanan

  90. Kacapuri = bagian rumah yang berada di tengah-tengah; induk rumah, pusat istana

  91. Kadera = kursi

  92. Kalakian = ketika itu

  93. Kalibut = huru-hara

  94. Kalicau = mengelak

  95. Kalimantang = panji-panji putih panjang

  96. Kapiran = tidak terurus; telantar; tidak beroleh apa-apa; sia-sia

  97. Kedadak = penyakit buang-buang air dan muntah-muntah

  98. Kedekut = kikir (sekali); pelit (sekali)

  99. Kedengkik = kurus kering

  100. Kelimun = kelompok orang banyak; kerumun

Itulah beberapa kosakata Bahasa Indonesia yang jarang digunakan dalam perbincangan sehari-hari. Nantikan update selanjutnya, ya!