Header Ads Widget

Pengertian Psikomotorik Menurut Ahli


Pengertian Psikomotorik

Psikomotorik diartikan sebagai suatu aktifitas fisik yang berhubungan dengan proses mental dan psikologi seseorang. Psikomotorik berkaitan dengan keterampilan, seperti lompat, lari, melukis dan menyusun, dan sebagainya. Karena berkaitan dengan keterampilan, maka psikomotorik terkandung dalam mata pelajaran praktik.

Sementara dalam KBBI, Psikomotorik adalah berhubungan dengan aktivitas fisik yang berkaitan dengan proses mental dan psikologi

Pengertian Psikomotorik Menurut Para Ahli

1. Bloom

Ranah psikomotorik adalah pencapaian yang dimiliki oleh seseorang berbentuk sebuah keterampilan manipulasi yang melibatkan kinerja otot dan segala kekuatan fisik. Hal ini akan membuat seseorang dapat dilihat telah mencapai standar yang diukur atau belum.

2. Simpson

Psikomotorik adalah hasil belajar yang akan tampak dalam bentuk keterampilan dan kemampuan individu dalam melakukan sesuatu yang bersifat nyata. Proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila telah menunjukkan hasil yang sesuai dengan apa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

3. Arikunto

Penilaian psikomotorik berkaitan dengan hubungan kerja otot dan menyebabkan gerakan tubuh, gerakan dimulai dari hal yang sederhana sampai kegiatan yang rumit. Ranah psikomotorik adalah hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik.

4. Singer (1972)

Menambahkan bahwa mata pelajaran yang berkaitan dengan psikomotor adalah mata pelajaran yang lebih beorientasi pada gerakan dan menekankan pada reaksi–reaksi fisik dan keterampilan tangan. Keterampilan itu sendiri menunjukkan tingkat keahlian seseorang dalam suatu tugas atau sekumpulan tugas tertentu.

5. Anwar

Psikomotorik adalah sebuah penilaian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan yang dimiliki seseorang. Penilaian dilakukan dengan melihat gerak yang dilakukan baik gerakan dasar atau gerakan yang dilakukan secara kreatif.

6. Menurut Mardapi (2003)

Keterampilan psikomotor ada enam tahap, yaitu: gerakan refleks, gerakan dasar, kemampuan perseptual, gerakan fisik, gerakan terampil, dan komunikasi nondiskursif.

7. Buttler (1972)

Membagi hasil belajar psikomotor menjadi tiga, yaitu: specific responding, motor chaining, dan rule using. Pada tingkat specific responding peserta didik mampu merespons hal-hal yang sifatnya fisik, (yang dapat didengar, dilihat, atau diraba), atau melakukan keterampilan yang sifatnya tunggal. Pada motor chaining peserta didik sudah mampu menggabungkan lebih dari dua keterampilan dasar menjadi satu keterampilan gabungan. Pada tingkat rule using peserta didik sudah dapat menggunakan pengalamannya untuk melakukan keterampilan yang kompleks.

8. Dave (1967)

Dalam penjelasannya mengatakan bahwa hasil belajar psikomotor dapat dibedakan menjadi lima tahap, yaitu: imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, dan naturalisasi.