Header Ads Widget

Kumpulan Peninggalan Sejarah Islam di Eropa

Eropa memang terkenal akan destinasi wisata yang membuat para wisatawan berlomba-lomba ingin ke sana. Tidak hanya tempat wisata umum yang gemerlapan, tapi di Eropa juga terdapat peninggalan sejarah Islam yang bisa dikunjungi sebagai wisata religi. 

Hal tersebut melihat pada sejarah dimana sejak abad ke-7, peradaban Islam sudah mulai memasuki Eropa sehingga terdapat banyak peninggalan atau situs yang hingga saat ini masih ramai dikunjungi oleh umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Salah satunya adalah Andalusia (komunitas otonomi Spanyol) yang tercatat dalam sejarah Islam di Eropa. Bahkan, disebutkan jika Andalusia pernah berada pada masa kejayaan hingga 700 tahun lamanya.

Baca juga: Kumpulan Kisah Kesederhanaan Umar Bin Khattab yang Menyentuh Hati

Peninggalan Sejarah Islam di Eropa

Nah, selain itu, masih ada lagi wisata religi Islam yang tersebar di Eropa yang layak untuk dikunjungi. Adapun tempat wisata Islam di Eropa tersebut, diantaranya:

1. Museum Louvre, Prancis

Islamic Art Department
Photo: www.world-architects.com

Bicara tentang wisata Prancis tidak hanya tentang menara Eiffel, tapi ada juga destinasi Islami yang layak dikunjungi, yaitu Museum Louvre yang berada di tepi Sungai Seine, kota Paris. Museum yang satu ini menyimpan kurang lebih 350 ribu benda bersejarah di dunia, salah satunya adalah lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci.

Namun, selain menyimpan karya seni dan sastra dari seniman kenamaan Eropa zaman dulu, ternyata Musem Louvre juga menyimpan banyak benda-benda peninggalan sejarah peradaban Islam yang dikumpulkan di satu area bernama Islamic Art Department.

Di dalam Islamic Art Department, benda-benda peninggalan Islam sudah dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

  • Periode abad ke-7 Masehi sampai abad ke-11 Masehi
  • Periode abad ke-11 Masehi sampai pertengahan abad ke-13 Masehi
  • Periode abad ke-13 Masehi sampai abad ke-16 Masehi
  • Periode abad ke-16 Masehi sampai abad ke-18 Masehi
Selain dikelompokkan berdasarkan periode, Islamic Art Department juga memiliki dua lantai sehingga ada banyak benda bersejarah yang bisa kita lihat dan pelajari, seperti keramik-keramik peninggalan pemimpin pada masa khilafah, mushaf, serpihan mihrab masjid yang bertuliskan ayat Alquran, lampu-lampu, dan masih banyak benda bersejarah lainnya.

2. La Grande Mosquee de Paris, Prancis

La Grande Mosquee de Paris
photo: hotels.com

Masih di Prancis, tak hanya Islamic Art Department, ada juga destinasi Islami yang berada di dekat pusat kota Paris, yaitu La Grande Mosquee de Paris. Destinasi ini merupakan sebuah masjid yang konon katanya masuk dalam kategori masjid tertua di Paris karena telah berdiri sejak tahun 1926.

Tidak hanya memiliki arsitektur yang cantik, tapi masjid ini juga menjadi pusat pembelajaran dan berkumpulnya para umat Islam di Prancis. Menurut historisnya, La Grande Mosquee de Paris dibangung sebagai penghormatan kepada 1.000 pejuang muslim yang tewas karena membela negara saat Perang Dunia I. 

3. Masjid Qolsharif, Rusia

Masjid Qolsharif Rusia
photo: fathulghofur.com

Masjid Qolsharif menjadi salah satu simbol perjalanan Muslim Tatar di Rusia yang dibangun pada abad ke-16. Namanya sendiri diambil dari nama seorang penyair sekaligus ulama asal Kazan, sebuah kota di Republik Tatarastan, di bawah Federasi Republik Rusia. 

Pada tahun 1552, bangunan awal masjid sudah tak tersisa akibat agresi Ivan atas tanah Kazan. Hingga akhirnya pada tahun 1996, Masjid Qolsharif didesain ulang yang arsitekturnya dipercayakan kepada I Sayfullin dan S Shakurov, arsitek kenamaan pada saat itu.

Dilihat dari bentuknya, masjid ini memadukan antara dua kiblat seni arsitektur barat dan timur yang terepresentasikan dalam konsep arsitektur Renaisans dan Ottoman. Yang paling mencolok adalah corak kubah yang didominasi gaya Ottoman.  Saat ini, Masjid Qolsharif Rusia tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pendidikan, museum, perpustakaan, dan pusat pembelajaran sejarah peradaban Islam.

4. Masjid Kordoba

masjid kordoba
photo: detik.com

Masjid Kordoba juga dikenal sebagai Masjid-Katedral Kordoba ini dulunya adalah masjid terbesar di Spanyol. Bahkan ada klaim yang mengatakan jika masjid ini adalah yang paling besar di Eropa. Namun, saat ini Masjid Kordoba sudah berubah menjadi Katedral.

Masjid Kordoba dibangun pada tahun 786 Masehi oleh Abdurrahman ad-Dakhil, seorang ulama terkemuka saat itu. Masjid Kordoba difungsikan sebagai tempat ibadah dan juga sebagai pusat peradaban Islam. Salah satu bentuk bangunan yang paling menarik adalah bagian mihrabnya yang terpenuhi oleh lukisan serta mozaik yang dilapisi emas.

5. Istana Alhambra, Spanyol

Istana Alhambra
photo: ganaislamika.com

Masih di Spanyol, selain Masjid Kordoba, ada juga wisata Islami Eropa yang layak dikunjungi di sini, yaitu Istana Alhambra. Lokasinya berada di bukit La Sabica. Istana ini merupakan saksi bisu kejayaan Islam di Spanyol.

Namanya sendiri diambil dari Bahasa Arab, yaitu Alhambra yang artinya merah. Penamaan tersebut dikarenakan banyak bangunan di istana yang dihiasi dengan ubin dan dinding yang berwarna merah. Selain itu, istana ini juga dikelilingi oleh benteng yang berwarna kemerahan pula. Bentuk bangunannya sangat kental dengan nuansa khas Islami yang didukung dengan kaligrafi.

Menurut sejarahnya, masjid ini dibangun pada tahun 1232 M oleh Sultan Muhammad bin Al-Ahmar. Hingga pada akhirnya, di tahun 1984, Alhambra diresmikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO bersamaan dengan dua situs Islam lainnya; Albaicín (atau Albayzín) dan Taman Generalife.