Jangan Keliru, Ini Perbedaan Yukata dan Kimono

Perbedaan yukata dan kimono

Perbedaan yukata dan kimono (pexels.com/Satoshi Hirayama)

Jepang merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan destinasi banyak wisatawan karena memiliki segudang wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.

Adapun destinasi wisatanya seperti Disneyland, Gunung Fuji, Arashiyama, Tokyo Tower, Todaiji Temple, dan masih banyak lainnya.

Selain itu, alasan orang ingin liburan ke Jepang adalah untuk mengenakan pakaian adatnya, baik Yukata maupun Kimono.

Baca juga: 5 Pekerjaan Lulusan Sastra Jepang dengan Gaji Tinggi

Meski terkesan sama, tapi pada dasarnya kedua baju tradisional Jepang tersebut memiliki perbedaan.

Secara harfiah, Kimono berasal dari dua kata, yaitu Ki yang berarti pakai dan Mono yang berarti barang sehingga dapat diartikan sebagai barang (pakaian) yang dipakai.

Jika dilihat dari sejarah, Kimono sudah ada sejak 300 tahun sebelum zaman Meiji. Saat itu, ukuran Kimono sedikit lebih besar.

Seiring berkembangnya waktu, Kimono berubah menjadi lebih kecil yang ukurannya proporsional dengan tubuh atau fisik pengguna.

Lalu, apa perbedaan Yukata dan Kimono?

1. Komposisi Lapisan Baju

Perbedaan Yukata dan Kimono paling mendasar yaitu terletak pada lapisan dalam pakaian.

Kimono memiliki lapisan bahan dari sutra dengan tekstur tertentu di dalamnya. Berbeda dengan Yukata yang tanpa adanya lapisan baju.

Hal ini disebabkan karena Kimono dan Yukata yang digunakan hanya saat musim tertentu saja.

Baca juga: Nyaris Sama, Inilah 6 Perbedaan Budaya Jepang dan Korsel

2. Lengan Pakaian

Perbedaan berikutnya dari Kimono sangat terlihat pada jenis lengan yang beragam, salah satunya adalah furisode.

Kimono sendiri memiliki lengan yang panjangnya sampai bisa menyentuh tanah dan hanya dikhususkan untuk perempuan yang belum menikah.

Sedangkan untuk Yukata memiliki lengan yang panjangnya kurang  dari 50cm.

3. Bahan yang Digunakan

Perbedaan selanjutnya terlihat dari bahan pada Kimono yang biasanya terbuat dari bahan sutra untuk menunjukkan sebuah kemewahan, beserta estetika.

Sehingga, bahannya akan terasa lebih tebal dan lebih hangat saat digunakan.

Pakaian ini sangat cocok untuk dipakai pada saat musim dingin.

Sedangkan, untuk Yukata sendiri biasanya hanya terbuat dari bahan katun atau polyester, sehingga harganya relatif lebih murah dibandingkan Kimono.

Baca juga: 7 Fakta Origami, Seni Lipat Kertas dari Jepang

4. Waktu Pemakaian

Pakaian Yukata lebih sering digunakan di luar ruangan. Misalnya, pada acara musim panas, seperti pertunjukan Hanabi.

Untuk pakaian Kimono hanya digunakan pada acara formal saja, seperti acara kelulusan maupun pernikahan.

Maka dari itu, jika kamu sering melihat jenis pakaian ini di jalanan Jepang, itu adalah pakaian adat Yukata karena desainnya lebih casual dan simpel.

Itulah perbedaan Yukata dan Kimono yang cukup signifikan yang perlu kamu ketahui agar tidak salah pakai ketika liburan ke Jepang.