Header Ads Widget

Sinopsis Novel Rantau 1 Muara Karya A. Fuadi

sinopsis Novel Rantau 1 Muara


Judul: Rantau 1 Muara
Penulis: A. Fuadi

Sinopsis Rantau 1 Muara

Novel Rantau 1 Muara adalah novel ketiga dari serangkaian trilogi Negeri 5 Menara. Novel ini dibuka dengan Alif yang baru saja lulus dari Universitas Padjajaran. Ia yakin akan mudah mendapat pekerjaan. Tetapi ternyata tidak sesuai harapannya. Ia wisuda saat negaranya sedang krisis moneter hingga sulit mencari pekerjaan. Ia mengalami kegalauan yang sangat hebat.

Di sisi lain ia juga harus membiayai Amak dan adik-adiknya. Untung saja Bang Togar mengingatkan bahwa media yang memublikasikan karya karyanya ada yang belum menyerahkan honor kepada Alif semasa Alif di Kanada. Ia mendapat pencerahan.

Alif akhirnya menjadi penulis kolom tetap di Warta Bandung dan media yang berbeda memintanya menulis mengenai analisis politik luar negeri. Kini setiap tulisan yang keluar dari kamarnya adalah tulisan yang pasti dimuat. Jatah kiriman untuk Amak dan biaya sekolah adik-adiknya pun naik tiap bulannya. Alif mendapat tawraan untuk menjadi wartawan di Jakarta. Di sana, ia bertemu seorang gadis yang dulu pernah ia lihat. Namanya Dinara, sahabat dari Raisa.

Hubungan mereka yang semula biasa saja akhirnya ‘mencair’ juga. Pernah suatu kali Alif dan Dinara mendapat tugas meliput Pramoedya Ananta Toer di Bojong. Di sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Bogor itu, mereka ngobrol ngalur-ngidul mulai dari cita-cita Alif untuk kuliah di Amerika, cita-cita Dinara untuk kuliah di Westminster University di London, makna keluarga bagi Dinara, dan cara menjadi manusia terbaik versi Alif. Konyolnya, karena keasyikan ngobrol, mereka sampai stasiun Bogor, padahal mereka harus turun di stasiun Bojong. Semenjak kejadian itu, mereka semakin dekat.

Dari pekerjaan Alif yang menjadi wartawan, kesempatan semakin terbuka lebar. Alif meraih beasiswa ke Washington DC, dia kuliah sambil bekerja menjual tiket. Di sana ia bertemu dengan Garuda, ia orang Indonesia asli orang Jawa. Bersamanya ia tinggal di Amerika. Dia sangat menyayangi alif layaknya adik sendiri.

Cerita-ceritanya sangat menginspirasi Alif. Baik itu cerita tentang keluarganya ataupun tentang gadis pujaannya. Dari situ akhirnya Alif mulai berfikiran untuk melamar Dinara. Dengan penuh semangat, setelah lulus S2, Alif terbang dari Amerika menuju Indonesia demi meminta izin kepada papa Dinara yang lumayan sulit ia lakukan. Tapi Alif tidak menyerah. Sampai akhirnya ia direstui.

Setelah menikah, Alif membawa Dinara ke Amerika, menjalani hidup berdua. Dinara menjadi wartawan di sebuah majalah terkemuka di Amerika, lalu setelah lulus kuliah, Alif menyusul Dinara. Mereka menjadi wartawan berpestrasi dan disegani. Alif bisa membiayai Amak, adik-adiknya sekaligus istrinya.