Header Ads Widget

9 Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

pengertian menulis

Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

Pengertian menulis adalah menuangkan gagasan atau ide melalui kata demi kata yang tersusun menjadi kalimat dan paragraf sehingga dapat terbaca. Menulis juga bisa diartikan sebagai mencurahkan isi hati melalui diksi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2010: 1497), pengertian menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.

Sementara definisi menulis menurut para ahli sebagai berikut:

1. The Liang Gie

Pengertian menulis menurut The Liang Gie merupakan kegiatan menulis yang memasukan beberapa unsur penting dalam menulis. Jadi tidak sekedar menuangkan gagasan saja, tetapi juga harus mengikuti unsur lain seperti meninjau dari segi tuturan, wahana dan tatanan.

2. Tarigan (1986: 21)

Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang-orang dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut.

3. Suparno (2009:13

Pengertian menulis adalah sebagai suatu kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.

4. Nurgiyantoro (2001: 273)

Menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis, dan struktur bahasa.

5. Suparno dan Mohammad Yunus (2008: 1.3)

Menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan mengunakan bahasa tulis sebagai media atau alatnya. Dalam komunikasi tulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat yaitu (1) penulis sebagai penyampai pesan, (2) isi tulisan atau pesan, (3) saluran atau medianya berupa tulisan dan (4) pembaca sebagai penerima pesan.

6. Suyitno

Menurut Suyitno, menulis dapat diartikan sebagai upaya mengungkapkan pikiran, pengetahuan, gagasan, dan pengalaman hidup pengarang dalam bahasa tulis. Jadi, agar tulisannya mudah dipahami dan mampu membangkitkan emosi, penulis menulis dengan runtut, mudah dibaca, ekspresif, dan mudah dipahami orang lain.

7. Soemarmo Markam (1989:7)

Menurut Soemarmo Markam (1989:7) yang juga menjelaskan bahwa menulis tidak hanya diekspresikan dalam bentuk lambang, tetapi juga dalam bentuk gambar.

8. Rosidi (2009: 2)

Mengemukakan bahwa menulis adalah sebuah kegiatan menuliskan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis.

9. Nursisto (1999: 5)

Mengemukakan bahwa menulis atau mengarang merupakan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa yang tingkatannya paling tinggi