Header Ads Widget

Contoh Makalah Tentang Masalah Lingkungan Hidup





MASALAH LINGKUNGAN HIDUP

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi
Dosen pengampu: Bambang Sudarsono, S.Si, M.Pd




Disusun oleh:
1. Riski Aditiya      (123456789)
2. Yulianto (123456789)




PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN
UNIVERSITAS YOGYAKARTA
2022



KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat, rahmat, dan hidayah-nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Masalah Lingkungan Hidup” ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini sehingga dapat selesai pada waktunya. Makalah ini telah disusun semaksimal mungkin, apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, penulis mohon maaf. Demikian dari penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, kritik dan saran kami harapkan agar dapat meningkatkan kualitas pembuatan makalah berikutnya, terima kasih.




Yogyakarta, Januari 2022

Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Manusia bergantung pada keadaan lingkungan disekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan udara. Lingkungan yang sehat akan terwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik. Lingkungan hidup dimasa sekarang perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah-masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan yang terjadi di berbagai daerah. Secara garis besar komponen lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik (flora darat dan air, fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air dan udara) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat).

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Perilaku Manusia dan Pengaruhnya bagi Lingkungan?
2. Apa saja Berbagai Gejala Alam dan Cara Penanggulangannya?

C. Tujuan
Adapun tujuan yang dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada lingkungan hidup serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.




BAB II
PEMBAHASAN


A. Masalah-Masalah Lingkungan Hidup

Setelah sekian lamanya manusia baru mulai menaruh perhatian yang besar terhadap lingkungan hidupnya sekitar tahun 1970-an, yaitu setelah diadakannya konferensi PBB tentang lingkungan hidup manusia untuk pertama kalinya di Stockholm., Swedia pada tahun1972. Demi perhatian terhadap kondisi lingkungan hidup konferensi tersebut menyetujui dibentuknya sebuah badan khusus PBB yang bertugas mengurus permasalahan mahluk hidup, yaitu United Nation Environmental Programe (UNEP). Hal itu menunjukan bahwa masalah lingkungan merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan secara bersama-sama pula. Sebagai contoh, terjadinya pencemaran udara sehingga dapat merusak lapisan ozon dan dampaknya akan dirasakan oleh seluruh umat manusia di bumi. (Sumadi, 2006:111)

Pengertian lingkungan hidup antara lain adalah sebagai berikut. (Sumadi, 2006: 112)

1. St. Munajat Danusaputra: Lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktifitasnya. Yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.

2. Otto Soemarwoto: Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.
Berdasarkan pengertian para ahli tersebut, dapat diketahui bahwa lingkungan hidup merupakan suatu sistem kompleks dalam sebuah ruang. Sementara itu, ruang merupakan tempat bagi komponen-komponen lingkungan hidup dalam melakukan setiap proses, yaitu saling mempengaruhi (interaksi), saling berhubungan (interelasi), dan saling ketergantungan (interpendensi)

Komponen-komponen lingkungan hidup tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah mahluk hidup yang meliputi hewan, tumbuhan, dan manusia. Komponen abiotik adalah benda-benda tak hidup, atara lain air, tanah, batu, udara, dll.
Adapun masalah-masalah dalam lingkungan hidup, yaitu:
1. Eksplorasi penduduk.
2. Persoalan pangan.
3. Persoalan limbah.
4. Masalah SDA. (Sumadi, 2006:114)

B. Perilaku Manusia dan Pengaruhnya bagi Lingkungan

Manusia tidak akan dapat hidup sendirian tanpa adanya tumbuhan dan binatang di sekitarnya yang menjadi komponen lingkungan hidup. Manusia dan lingkungan hidup memiliki hubungan yang sangat erat. Keduanya saling memberi dan menerima pengaruh besar satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif. Manusia memiliki kemampuan eksploitatif terhadap alam, sehingga mampu mengubahnya sesuai dengan yang dikehendakinya walaupun alam tidak memiliki keinginan dan kemampuan aktif-eksploitatif terhadap manusia, namun pelan tapi pasti, apa yang terjadi pada alam langsung atau tidak langsung, akan terasa pengarunya bagi kehidupan manusia. Lingkungan yang indah dan lestari akan membawa pengaruh positif bagi kesehatan dan keselamatan manusia. Sebaliknya lingkungan yang rusak akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan manusia. Tindakan eksploitatif-manipulatif terhadap alam akan mengakibatkan kerusakan terhadap alam. (Antonius Athosoki Gea, 2005:39).

Contoh perilaku manusia yang dapat mempengaruhi Lingkungan.

Menebang Hutan Secara Liar

Menebang hutan secara liar dapat menimbulkan masalah-masalah lingkungan, yaitu seperti kerusakan hutan. Hutan manjadi gundul dan menjadi gersang. Berbagai flora dan fauna mungkin akan punah karena ulah manusia. Hutan yang telah gundul dapat mendatangkan bencana . Hutan yang gundul tidak dapat menahan air hujan yang turun, Sehingga hujan yang turun lebih banyak menjadi aliran permukaan yang akan mengikis permukaan tanah yang gundul tersebut. Permukaan tanah yang terkikis air hujan akan hilang lapisan humusnya sehingga akan menjadi tanah yang tandus.

Ladang Berpindah

Ladang berpindah merupakan proses membuka lahan dengan cara membakar hutan untuk kemudian lahan tersebut ditanami tanaman bahan pangan. Pada zaman dahulu , orang membakar hutan hanya membuka lahan untuk berladang tanaman bahan pangan. Disaat sekarang, orang membakar hutan untuk keperluan yang lebih besar, yaitu untuk lahan perkebunan bahan baku industri seperti perkebunan kelapa sawit, coklat, dan tebu. Dengan membakar daerah yang akan dijadikan ladang, Api dapat juga marambat ketempat lain, bahkan dapat menyebabkan kebakaran hutan. Dari kebakaran hutan tersebut sangatlah berpengaruh terhadap lingkungan, tentunya pengaruh yang negatif.

Membuang Sampah Sembarangan

Sampah menjadi masalah yang cukup serius bagi penduduk yang tinggal di kota besar. Sampah atau limbah adalah barang-barang buangan atau sisa-sisa kegiatan rumah tangga dan pabrik. Jika limbah dan sampah dibuang secara sembarangan maka akan menimbulkan masalah lingkunga. Sampah sisa kegiatan rumah tangga apabila dibuang ke sungai akan menimbulkan pedangkalan sungai, sehingga msnghambat aliran-aliran air yang akan berakibat terjadinya banjir. Demikian juga, apabila limbah sisa industri dibuang kesungai atau kelaut, akan menimbulkan pencemaran air sungai dan air laut yang akan merusak komunitas sungai dan laut, seperti ikan, gangga dan hewan laut lainnya. Jika air sudah tercemar maka para pencari ikan atau nelayan sudah kehilangan pekerjaannya. Masalah tersebut juga mempunyai dampak pada ekonomi para nelayan.

Dari contoh-contoh perilaku manusia yang dapat merusak lingkungan, hal tersebut termasuk dalam masalah sosial. Tidak hanya lingkungan yang rusak tetapi menghimbas pada masalah lainnya, seperti ekonom dan sosiali. Contohnya: Karena penggundulan hutan yang dilakukan manusia maka dapat menimbulkan banjir. Hutan sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali, rumah-rumah rusak, terjadi ketimpangan sosial, kesehatan berkurang.


C. Berbagai Gejala Bumi dan Penanggulangannya

Bumi selalu berputar pada porosnya dan berputar pula mengelilingi matahari. Perputaran bumi sebenarnya sangat cepat. Akan tetapi mahluk hidup yang berada di planet bumi tidak begitu merasakan gerakannya. Hal ini disebabkan oleh bumi yang berputar secara tetap dan berputar bersama-sama dengan atmosfer yang menyelubunginya. Bumi yang selalu bergerak menimbulkan pergerakan-pergerakan pada lapisan-lapisan kulit bumi (lempeng bumi). Pergerakan antar lapisan bumi yang ada memiliki tekanan kecil. Apabila pergerakan suatu lempeng bumi memiliki tekanan yang kuat, maka akan mengakibatkan lempengan lain patah, retak, turun, menekuk, atau runtuh. (Tim Pena Cendekia, 2006:3)

Gejala adalah hal (keadaan atau peristiwa) yang tidak biasa dan harus diperhatikan. Gejala alam menyangkut berbagai aktivitas alam yang memunculkan peristiwa alam. Gejala alam terjadi antara lain disebabkan oleh adanya pergerakan bumi yang menimbulkan gempa bumi, tanah longsor, dan penurunan permukaan tanah. Gejala alam pun dapat terjadi karena ulah manusia seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan. Semua itu akan menimbulkan gejala alam yang mengarah pada bencana alam.

1. Berbagai Gejala Alam

a. Hujan deras dan Banjir

Hujan merupakan bagian dari gejala alam yang bisa terjadi dalam kehidupan. Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi. Hujan terjadi apabila massa udara yang mengandung uap air naik ke atas. Uap air itu kemudian mengalami titik jenuh dan pendinginan sehingga berubah menjadi titik-titik air (kondensasi). Titik air tersebut membentuk awan. Jika awan tersebut bertambah dingin, maka perlahan-lahan akan berat, dan akhirnya akan jatuh menjadi hujan. Hujan yang sangat deras bisa terjadi saat musim penghujan. Curah hujan yang turun kadang disertai oleh angin dan petir. Hal ini terjadi di seluruh wilayah indonesia.

Hujan deras yang terus-menerus sepanjang hari akan menyebabkan terjadinya banjir. Yang dimaksud drngan banjir adalah peristiwa meluapnya air yang berlebihan di suatu tempat.hujan yang deras dapat juga mengakibatkan banjir bandang. Banjir bandang adalah banjir di permukaan tanah yang rendah atau sungai yang terjadi akibat hujan yang turun terus-menerus dan muncul secara tiba-tiba. Banjir bandang terjadi saat mengalami penjenuhan daya serap air yang berlangsung cepat sehingga air tidak diserap oleh tanah. Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah-daerah permukaan rendah. (Tim Pena Cendekia, 2006: 3)

b. Angin jatuh atau Angin Fohn

Angin jatuh atau angin fohn adalah angin yang berhembus ke atas puncak pegunungan dengan suhu yang terus berkurang. Angin tersebut melewati puncak dan berhembus turun sepanjang lereng gunung dengan suhu yang kembali naik dan tingkat kelembaban yang rendah. Angin yang turun serta bersifat panas dan kering inilah yang disebut angin jatuh atau angin fohn. Angin jatuh dapat merusak tanaman dan perkebunan karena sifatnya yang panas dan kering. Di Pasuruhan, Jawa Timur, angin jatuh disebut angin gendhing. Di Biak papua disebut angin wambraw. Di makassar angin jatuh disebut angin brubu. Di tegal dan cirebon angin jatuh disebut angin kumbang, di seli ( Sumatea Utara), angin jatuh disebut angin baharok. Angin jatuh di indonesia biasanya terjadi pada musim kemarau. (Sudjatmoko, 2006: 4)

c. Tanah Longsor

Sebagian wilayah indonesia merupakan daerah perbukitan atau pegunungan yang membentuk lahan miring. Timbulnya tanah longsor biasanya terjadi pada musim penghujan,. Namun, adakalanya tanah longsor terjadi karena penggundulan hutan yang gundul oleh sebab-sebab lain. Perilaku masyarakat yang tidak bertanggung jawab seperti menebang hutan secara sembarangan atau pola penanaman yang kurang baik di daerah lereng turut mendorong terjadinya tanah longsor.

d. Banjir Lumpur Panas di Sidoarjo

Sejak tanggal 29 mei 2006 terjadi peristiwa banjir lumpur panas di Sidoarjo kasus ini berawal dari kegiatan pengeboran tanah yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas. Kegiatan eksplorasi pengeboran itu rencananya untuk memperoleh minyak dan gas. Namun, yang terjadi adalah semburan lumpur panas yang terus menerus dan sangat sulit untuk diatasi. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. Upaya yang dilakukan pemeintah dan PT Lapindo Brantas diantaranya dengan membuat tanggul, membuat waduk-waduk baru, dan mengalirkan luapan lumpur melalui Kali Porong hingga mencapai laut. Akan tetapi upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil. (Tim Pena Cindekia, 2006: 16)

e. Tsunami

Tsunami adalah gelombang laut yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Tsunami bisa juga ditimbulkan oleh kegiatan gunung berapi di bawah permukaan laut. Tsunami berasal dari bahasa jepang yang berarti “gelombang ombak lautan”. Tsunami dapat mengakibatkan kerusakan besar di daerah-daerah pantai. Tsunami diawali dengan terjadinya gempa, air laut surut. Setelah air surut, air laut kembali ke arah daratan dalam bentuk gelombang besar. Gelombang besar inilah yang mengakibatkan kehancuran, korban jiwa, dan kerugian harta benda. Gempa yang terjadi disertai tsunami sudah beberapa terjadi di indonesia. Tsunami pernah terjadi di Pulau Flores pada tahun 1992, Gempa bumi berkekuatan 7,5 skala richter disertai tsunami. Gempa bumi yang paling dahsyat terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Peristiwa ini terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatra Utara. Kekuatan gempa mencapai angka 9,0 skala richter. Korban jiwa yang meninggal dunia diperkirakan lebih dari 40.000 orang. Selain Nanggroe Aceh Darussalam, gempa dan tsunami terjadi pula di negara-negara Asia Selatan.




BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

Perilaku manusia yang mengakibatkan masalah lingkungan hidup berupa erosi, banjir, penebangan liar, pencemaran lingkungan (baik pencemaran tanah, air dan udara). Tidak hanya merusak lingkungan sekitar tetapi masalah tersebut memberi dampak pada masalah ekonomi, sosial, budaya dan politik.
Gejala alam adalah proses dari kejadian bencana alam. Berbagai gejala alam tersebut adalah, banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, badai, dan el nino.

B. Saran

Agar tidak timbulnya suatu masalah-masalah lingkungan hidup maka sebaiknya kita sebagai umat manusia menyayangi lingkungan hidup. Lingkungan yang indah dan lestari akan membawa pengaruh positif bagi kesehatan dan keselamatan manusia.


DAFTAR PUSTAKA

Antonius Athosoki Gea, 2005. Relasi dengan Dunia. Jakarta: Gramedia.
Samadi. 2006. Geografi 2. Bogor: Quadra (online)

Posting Komentar

0 Komentar