Header Ads Widget

Sejarah Panjat Pinang, Permainan Khas di Hari Kemerdekaan


Panjat Pinang

Untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, ada banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat, seperti mengadakan lomba-lomba. Salah satu lomba yang selalu ada di setiap perayaan HUT RI adalah panjat pinang. Lantas, tahukah kamu kenapa panjat pinang selalu ada di setiap acara agustusan?

Tentu saja hal tersebut tidak luput dari aspek historis di dalamnya. Alasan utama kenapa lomba panjat pinang menjadi tradisi ketika Hari Kemerdekaan adalah karena ada nilai sejarah yang lekat dengan kisah perjuangan para pahlawan bangsa.

Baca juga: Sejarah Prangko Dunia Sampai Masuk ke Indonesia

Sejarah Panjat Pinang

Dinukil dari buku Indonesia Poenja Tjerita yang menceritakan tentang sejarah perjuangan, termasuk sejarah panjat pinang, disebutkan bahwa permainan panjat pinang memang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Banyak versi tentangnya, termasuk siapa yang lebih dulu memainkan. Namun dalam buku ini dijelaskan bahwa rakyat pribumi telah mengenal panjat pinang jauh lebih dulu daripada orang Belanda.

Pada masa penjajahan Belanda, permainan ini sering digunakan saat orang Belanda mengadakan pesta atau acara penting seperti hajatan, pernikahan, dan sebagai peringatan hari ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina setiap tanggal 31 Agustus. Panjat pinang dikenal dengan nama de Klimmast yang artinya memanjat tiang.

Konsepnya sama. Sebuah batang pohon pinang dipasang dengan dilumuri pelicin berupa minyak. Hanya saja yang berbeda adalah hadiah yang direbutkan. Dulu, hadiah dari permainan panjat pinang adalah sembako seperti beras, gula, roti, tepung, pakaian. Semua hadiah tersebut adalah sebuah kemewahan bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas hidup dalam kondisi kekurangan.

Baca juga:  Mengenal Nama-Nama Sekolah Zaman Belanda

Pada saat itu, ketika masyarakat Indonesia sedang gotong-royong mendapatkan sembako untuk bertahan hidup, para petinggi Belanda justru menertawakan, apalagi jika sampai ada yang terjatuh. Itu dianggap lelucon, padahal tidak bagi masyarakat Indonesia.

Oleh karenanya, tradisi panjat pinang sempat menimbulkan kontroversi. Ada beberapa pihak yang tidak setuju permainan panjat pinang diadakan untuk peringatan HUT RI karena dianggap hanya membawa kenangan buruk di masa penjajahan, yang mana saat itu masyarakat pribumi ditindas dan ditertawakan.

Tapi di satu sisi, ada juga pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini karena ada berbagai nilai positif, salah satunya adalah mengukuhkan strata sosial di kalangan masyarakat. Selain itu, panjat pinang juga dianggap bisa sebagai tonggak sejarah untuk mengingatkan generasi muda akan perjuangan para pendahulu sang pahlawan bangsa.