Fakultas Teknik Universitas Riau Kembangkan Radar Surveilans untuk Keamanan Laut Indonesia

Prototype Man Portable Coastal Surveillance Radar

Ilustrasi Prototype Man Portable Coastal Surveillance Radar (Pexels.com/RF._.studio)

Sastrawacana.id - Universitas Riau melakukan terobosan dalam pengembangan radar buatan sendiri untuk mendukung keamanan teritorial laut Indonesia.

Dalam pengembangan Prototype Man Portable Coastal Surveillance Radar, Universitas Riau bekerja sama dengan PT Radar Telekomunikasi Indonesia (PT. RTI) yang memiliki kompetensi dalam merancang antena untuk aplikasi radar.

Baca juga: ISI Denpasar Wisuda 394 Mahasiswa, Rektor: Dengan Bangga Kami Melepas Generasi Gemilang Indonesia

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, turut memberi mengapresiasi atas kolaborasi dan kerja keras segenap tim.

{inAds}

Diharapkan nantinya penelitian pengembangan Prototype Man Portable Coastal Surveillance Radar dapat berguna bagi bangsa, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah laut Indonesia.

“Luar biasa, saya mengapresiasi inovasi dan kolaborasi ini. Semoga dapat menjadi inspirasi dosen lainnya untuk meningkatkan keilmuannya dan terus berkontribusi dalam kemajuan Indonesia," kata Suharti di acara Musyawarah Rencana Pembangunan Universitas Riau (UNRI), di Pekanbaru, Kamis, 24 Februari, 2023, dikutip dari laman kemdikbud.go.id.

Kolaborasi pengembangan radar buatan ini dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Riau (UNRI).

Baca juga: Kemendikbudristek Rangkul Dharma Wanita Persatuan untuk Optimalkan Gerakan Literasi Nasional

Yusnita Rahayu bertugas merancang antena radar bersama mahasiswa dan dosen. Sementara Yussi, perwakilan dari PT. RTI melakukan proses fabrikasi sekaligus menguji kelayakan radar bersama tim PT RTI sebagai mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

Beberapa pihak juga turut berkontribusi dalam pengembangan radar buatan ini, seperti akademisi teknik elektronika, teknik telekomunikasi, dan teknik informatika.

{inAds}

Kolaborasi dari beberapa bidang keahlian tersebut diyakini mampu menciptakan sebuah teknologi yang berguna di kemudian hari. 

Dalam bidang telekomunikasi, diperlukan untuk merancang sistem antena dan propagasi radio. Kemudian bidang teknik elektronika sangat diperlukan dalam perancangan pemancar radar. Dan bidang informatika diperlukan untuk pembuatan GUI.

Baca juga: Kemendikbudristek Meluncurkan Kebijakan Merdeka Belajar Episode 23: Buku Bacaan untuk Literasi Indonesia

Pengembangan radar surveilans ini juga mendapat dukungan dari Kemendikbudristek berupa pendanaan melalui program Matching Fund yang diterima tahun 2022.

Melalui kolaborasi kampus, DUDI, dan 10 orang mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UNRI, program radar surveilans ini sukses meningkatkan keahlian teknikal mahasiswa serta pengalaman industri para dosen.

Kemudian, mitra DUDI berperan dalam proses fabrikasi untuk pengujian kelayakan perangkat radar yang telah dirancang oleh kolaborasi tim akademis dan mahasiswa.

{inAds}

Selain untuk menjaga wilayah kelautan Indonesia, MPSR juga dapat digunakan untuk mendeteksi manusia serta kendaraan yang dapat diangkut oleh 1-2 orang.

Baca juga: Ternyata UGM Bukan Nomor 1, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia Tahun 2023

Radar ini dirancang agar ukurannya kecil sehingga bobotnya tidak terlalu berat, sehingga mudah dibawa untuk berpindah tempat.

Estimasi waktu produksi radar buatan ini memakan waktu sekitar lima bulan, asalkan semua komponen yang dibutuhkan tersedia di pasaran lokal. ***