Header Ads Widget

50 Contoh Gurindam dan Maknanya

Pengertian Gurindam

Pengertian gurindam adalah karya sastra lama berbentuk puisi yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama.

Gurindam sendiri memiliki lebih dari satu bait. Pada setiap bait, terdapat 2 baris. Baris pertama pada gurindam merupakan baris syarat, masalah, serta persoalan. Sedangkan baris kedua merupakan jawaban atau akibat dari masalah atau hal yang terjadi pada baris pertama.

Contoh Gurindam

Agar lebih jelas, simak beberapa contoh gurindam beserta maknanya di bawah ini:

(1) Barang siapa hendak bertanya
Maka tanyalah pada ahlinya

Maknanya: Tidak semua pertanyaan bisa dilontarkan ke sembarang orang sebab setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda.

(2) Barang siapa hendak mencari ilmu
Maka carilah ke para guru

Maknanya: Guru adalah orang yang memiliki ilmu, maka hendaklah kita mencari ilmu ke para guru.

(3) Jika belajar besungguh-sungguh
Keberhasilan akan kau rengkuh

Maknanya: Rajin belajar adalah cara mendapatkan keberhasilan.

(4) Jika berilmu janganlah angkuh
Nanti dirimu akan terjatuh

Maknanya: Jangan sombong karena memiliki ilmu. Tirulah ilmu padi yang semakin merunduk jika berisi.

(5) Jikalau engkau belajar kitab
Maka haruslah taati adab

Maknanya: Belajar kitab itu ada aturan dan etikanya.

(6) Ketika engkau tengah belajar
Haruslah tekun dan juga sabar

Maknanya: Tidak boleh bosan untuk belajar. Harus tetap tekun dan juga sabar.

(7) Barang siapa tidak berilmu
Bagaikan kursi tidak bertumpu

Maknanya: Orang yang tidak punya ilmu sulit untuk menjalani hidup dan sumber penghidupan.

(8) Belajar untuk raih faedah
Bukan sekadar raih ijazah

Maknanya: Sekolah itu bukan semata-mata untuk mencari ijazah saja, tapi juga mencari faedahnya.

(9) Mencari ilmu wajib hukumnya
Baik si kanak atau si tua

Maknanya: Setiap orang wajib mencari ilmu tanpa mengenal usia.

(10) Ilmu jangan hanya dihafalkan
Namun juga harus diamalkan

Maknanya: Jangan cuma biasa teori saja, tapi juga harus bisa prakteknya.

(11) Guru yang tak bisa jadi teladan
Bagaikan bayang tanpa si badan

Maknanya: Guru itu harus bisa memberi contoh yang baik, bukan hanya ucapannya saja.

(12) Guru yang mampu jadi teladan
Bagaikan sinar di kegelapan

Maknanya: Guru harus bisa memberi contoh yang baik dan mulia.

(13) Belajar mesti bertahap
Bagai membangun sebuah atap

Maknanya: Kita tidak bisa menguasai semua hal secara langsung, tapi ada tahapan-tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu.

(14) Seorang guru mesti bersabar
Kepada murid yang dia ajar

Maknanya: Guru harus sabar dengan tingkah laku muridnya.

(15) Murid haruslah bersikap baik
Kepada guru yang tengah didik

Maknanya: Setiap murid harus sopan dan menjaga etika kepada gurunya.

(16) Kalau engkau tidak tahu
Maka harus cari ilmu

Maknanya: Kalau tidak bisa jangan diam, tapi harus belajar.

(17) Kalau anak tidak dibina
Nanti dia jadi celaka

Maknanya: Orang tua harus mendidik anaknya dari kecil agar menjadi orang yang baik waktu dewasa kelak.

(18) Jika kita belajar agama
Maka kita akan mampu mengenal-Nya

Maknanya: Dengan mendalami ilmu agama, maka kita akan menyadari betapa agungnya Tuhan YME.

(19) Jika anak tak dididik dengan sayang
Maka nanti dia jadi pembangkang

Maknanya: Mendidik anak harus dengan lemah lembut, bukan dengan kekerasan.

(20) Jika anak dididik dengan kasih
Maka hatinya tak akan lirih

Maknanya: Jangan berlaku keras kepada anak agar hatinya tidak kecewa dan sedih.

(21) Kepada guru harus beradab
Kepada rekan jangan biadab

Maknanya: Kita harus menghormati guru dan menyayangi teman.

(22) Jika anak tidak punya teladan
Maka nanti dia ‘kan kelimpungan

Maknanya: Kita harus punya nilai luhur dan etika yang ditanamkan dalam diri.

(23) Jika anak tidak dapat satu bimbingan
Maka nanti dia ‘kan kebingungan

Maknanya: Sebaiknya tidak hanya mengajari, tapi juga membimbing agar anak tidak kebingungan.

(24) Ilmu mesti harus diamalkan
Agar ilmu tidak terlupakan

Maknanya: Ilmu yang kita miliki harus disalurkan kepada orang lain agar bermanfaat.

(25) Jangan hanya pandai saja di benak
Namun juga harus pandai di tindak

Maknanya: Jangan cuma pandai teori saja, tapi juga harus dengan prakteknya.

(26) Orang yang berilmu tanpa amal
Bagai pohon rindang berbuah banal

Maknanya: Percuma punya ilmu jika tidak disalurkan dan bermanfaat bagi orang lain.

(27) Belajar jangan hanya mendamba hasil
Namun mesti pelahan bagai mencicil

Maknanya: Haru bisa melihat proses, jangan terburu-buru mengurusi hasil

Baca juga: 50 Contoh Majas Metafora Lengkap dengan Artinya

(28) Hidup akan jadi tidak keruan
Jika tidak punya ilmu pedoman

Maknanya: Ilmu adalah modal untuk dapat hidup di jalan yang benar.

(29) Belajar dengan penuh kesungguhan
Akan mendapatkan kemenangan

Maknanya: Siapapun pasti akan menuai kesuksesan jika belajar dengan sungguh-sungguh.

(30) Segala ilmu yang didapatkan
Mesti diajarkan dan diamalkan

Maknanya: Jika kita punya ilmu, maka bagilah kepada orang lain agar bisa bermanfaat.

(31) Jangan berani engkau berfatwa
Jika kau memang bukan ahlinya

Maknanya: Jangan asal ngomong kalau tidak mengerti.

(32) Si murid akan terus melawan
Jika dididik dengan bentakan

Maknanya: Murid akan melawan guru jika gurunya tidak bisa menjadi teladan yang baik.

(33) Didiklah anak dengan teladan
Bukan sekadar dengan ucapan

Maknanya: Mengajarkan itu bukan teori saja, tapi juga langsung dengan prakteknya.

(34) Belajarlah dengan tulus ikhlas
Nanti Tuhan akan memberi balas

Maknanya: Jangan mengharapkan apa-apa saat belajar. Nanti kita akan mendapatkan hasilnya sendiri.

(35) Hendaklah pemimpin memegang amanat
Supaya dicintai dan dihormati oleh rakyat

Maknanya: Setiap pemimpin harus bisa menuntaskan janjinya agar disayang oleh rakyat.

(36) Dengan Ibu dan Bapak hendaknya hormat
Supaya dapat rahmat serta selamat

Maknanya: Kita harus hormat kepada kedua orang tua untuk keselamatan dunia akhirat.

(37) Apabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang

Maknanya: Orang yang suka menghina berarti dirinya tidak bisa apa-apa.

(38) Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

Maknanya: Hendaknya kita tidak hanya belajar bidang dunia saja, tapi juga agama.

(39) Apabila terpelihara dari lidah
Niscaya dapat daripada faedah

Maknanya: Hati-hati dalam berbicara agar tidak mendapat masalah.

(40) Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang tak berdaya

Maknanya: Kalau sudah mengenal betul, maka kita bisa tahu apa yang bermanfaat dan yang tidak.

(41) Pikir dulu sebelum berkata
Supaya terhindar dari silang sengketa

Maknanya: Jangan asal ngomong, nanti bisa kena masalah.

(42) Jika kena penyakit kikir
Maka sanak-saudara akan menyingkir

Maknanya: Jangan suka kikir supaya tidak dibenci oleh keluarga dan teman.

(43) Sebelum bekerja pikirlah terlebih dahulu
Supaya uang yang didapat berkah selalu

Maknanya: Bekerja itu harus dengn sungguh-sungguh agar hasilnya bisa membawa keberkahan.

(44) Shalat lima waktu tiada lupa
Mati kapan pun siap terasa

Maknanya: Kalau orang rajin beribadah, maka tidak takut akan kematian.

(45) Cinta pacar sebesar gunung
Cinta orang tua tiada berujung

Maknanya: Cinta orang tua jauh lebih besar daripada cintanya pacar kepada kita.

(46) Hendaklah pelihara kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

Maknanya: Jangan asal melangkah dan menentukan pilihan supaya tidak menyesal di kemudian hari.

(47) Barang siapa tidak memiliki agama
Pastilah sesat hidupnya di dunia

Maknanya: Hidup di dunia harus punya bekal agama supaya tidak melakukan perbuatan dosa.

(48) Apabila orang banyak berkata
Itu tandanya dia berdusta

Maknanya: Orang yang suka ngomong biasanya juga suka berdusta.

(49) Apabila dengki sudah merasuki hati
Tak akan pernah hilang hingga nanti

Maknanya: Sekali punya rasa dengki, maka sampai seterusnya pun akan tetap dengki.

(50) Barang siapa tidak takut tuhan
Hidupnya tidak akan bertahan

Maknanya: Ingatlah bahwa Tuhan selalu mengawasi apa yang kita lakukan di dunia ini.

Nah, itulah pengertian dan contoh gurindam lengkap dengan maknanya. Semoga bermanfaat!