Header Ads Widget

Perbedaan Kalimat Utama dengan Kalimat Penjelas

Perbedaan Kalimat Utama dengan Kalimat Penjelas

Kalimat Utama

Kalimat utama adalah jenis kalimat yang dalam isinya terdapat inti dari gagasan sebuah topik yang akan dibahas dalam paragraf. Kalimat utama selalu djadikan sebagai tumpuan dalam mengembangkan kalimat lainnya dalam sebuah paragraf.

Letak dari kalimat utama tidak harus pada bagian awal paragraf saja. Tapi bisa terletak dibagian tengah maupun di bagian akhir paragraf. Kalimat utama juga sering disebut sebagai kalimat topik.

Berikut adalah ciri ciri kalimat utama:
  • Mengandung topik serta persoalan yang akan dibahas untuk lebih rinci.
  • Kalimat utama adalah kalimat yang bisa berdiri sendiri (kalimat utuh) sehingga tidak memerlukan penghubung, baik antar intra kalimat maupun antar kalimat
  • Biasanya terletak pada awal paragraf. Untuk jenis paragraf indukif, letak kalimat utama berada di akhir paragraf, menggunakan kata khusus, seperti: Jadi, Sebagai kesimpulan, Dengan demikian, Oleh karenanya, Maka, dan sebagainya.

Kalimat Penjelas

Kalimat penjelas adalah jenis kalimat yang menguraikan rincian dan detail dari kalimat utama dalam sebuah paragraf. Kalimat penjelas ini fungsinya untuk mendukung kedudukan dari kalimat utama, sehingga pembaca mengerti maksud dari kalimat utama itu sendiri.

Berikut ciri-ciri kalimat penjelas:
  • Biasanya, kalimat penjelas memaparkan contoh, alasan, deskripsi, penjelasan dan perbandingan topik yang sedang dibahas pada sebuah paragraf.
  • Kalimatnya tidak bisa berdiri sendiri layaknya kalimat utama.
  • Menggunakan kata penghubung, seperti: contohnya, misalnya, bahkan, terlebih lagi, dan sebagainya. Kalimat ini memerlukan kata penghubung agar kalimatnya berkesinambungan atau koherensi.
Nah, itulah perbedaan kalimat utama dan kalimat penjelas. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.id.