Resensi Buku Cermin Jiwa Karya S. Prasetyo Utomo

SHARE:

Suara Merdeka | Minggu, 06 Mei 2018 | Setia Naka Andrian Jagat pesantren, dewasa ini begitu rupa menjadi sorotan bagi elite politik. Santri,...

Suara Merdeka | Minggu, 06 Mei 2018 | Setia Naka Andrian


Jagat pesantren, dewasa ini begitu rupa menjadi sorotan bagi elite politik. Santri, ulama, kiai seakan lahir sebagai magnet tersendiri bagi mereka yang hendak menampilkan diri dalam panggung politik. Pesantren setidaknya telah mengambil salah satu posisi (sasaran utama) untuk memperoleh kemenangan yang diidam-idamkan.


Sudah jelas, pesantren diyakini masyarakat sebagai jagat sunyi yang tak henti-hentinya memproduksi makna, identitas, hingga segala hal tentang pembentukan akhlak mulia bagi umat beragama. Rumah bagi para pengeja ilmu agama tersebut pun hingga kini masih begitu kuat menempa ingatan publik. Pesantren dengan segenap isinya, selalu diberi tempat di mata dan batin masyarakat kita.


Untuk itu, tak sedikit calon pemimpin kita yang kerap sowan kepada segenap pesantren seantero tanah Jawa ini. Dari mulai sekadar minta doa restu, hingga menggandeng putra kiai, atau salah seorang insan terbaiknya untuk maju bersama dalam panggung politik.


Seolah-olah pesantren menjadi sebuah tameng, rumah berlindung jika barangkali didapati beragam anggapan buruk yang bertebaran di telinga masyarakat. Atau setidaknya mampu menanam kepercayaan lebih dan yang pasti, mendongkrak ‘suara’. Sebab, sampai kapan pun pesantren tetaplah menjadi rujukan, segala mula dan muara, rumah berteduh bagi insan beragama, atau bagi siapa saja yang berhasrat menanam citra baik dalam tubuhnya.


Melalui novel Cermin Jiwa (Alvabet, Juli 2017), S. Prasetyo Utomo mengisahkan sebuah keluarga yang dihuni sepasang suami-istri setengah baya dan seorang anak perempuan belia. Merekalah Abah, Umi, dan Zahra. Abah mengalami kekalahan dalam pemilihan wakil rakyat. Abah, seorang pemilik ladang dan toko bunga. Suatu ketika ia mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Namun ia gagal, meski segalanya telah dipertaruhkan. Termasuk tanah, mobil, dan tabungan.


Selepas itu, Abah berniat menenangkan diri, kembali berguru di sebuah pesantren yang sempat ia tinggali semasa muda. “Aku ingin kembali berguru pada kiai di pesantren Lembah Bayang-Bayang, seperti pada masa mudaku. Melupakan keguncangan hatiku.” (hlm. 12).


Abah berniat menepikan diri. Ia telah tersadar, bahwa ia tak berjodoh menjadi wakil rakyat. Meski awalnya ia belum bisa sepenuhnya menerima. Selepas Umi, istrinya, mampu menyadarkan, maka Abah berniat kembali berguru ke pesantren. Abah memilih jalan sunyi, selepas persoalan berat menimpa hidupnya. Menapaki kembali jalan yang dikehendaki nuraninya, selepas diterpa kehancuran bertubi-tubi.


Gelagat Elite Politik


Prasetyo dalam novel ini memberikan tawaran lain pula, yakni didapati tokoh yang menyabung nasibnya dalam pemilihan wakil rakyat. Tokoh tersebut menang, namun tidak lama kemudian ia tak mampu mengendalikan nafsu. Maka segala itu menjerumuskannya ke penjara, akibat terbelit kasus korupsi.


Didapati pula kisah lain, seorang tokoh yang hendak maju dalam pemilihan Bupati. Ia berkunjung dan hendak meminta restu kepada Kiai Sepuh, pengasuh Pesantren Lembah Bayang-Bayang, tempat Abah berguru dan menenangkan batin.


Calon bupati tersebut mengumbar janji kepada Kiai Sepuh, termasuk ingin membangun jalan menuju pesantren. Akhirnya, Kiai Sepuh mengizinkan, memberi restu kepada calon bupati. Abah pun sempat heran, kenapa Kiai Sepuh memberikan restu.


Calon bupati tersebut pun menang dan sudah berkuasa, namun jalan menuju pesantren masih tetap belum dibangun seperti yang dijanjikan. Kiai Sepuh tetap tenang, tak mengaharap apa-apa. Abah begitu heran, pasti akan terjadi sesuatu.


Akhirnya terdengar kabar, bahwa bupati yang berkuasa tersebut ditangkap, ditahan, dan dibawa ke pengadilan. Semua orang pun tahu maksud Kiai Sepuh mendukungnya, hanya untuk menggiringnya ke penjara. “Aku baru sadar, Kiai Sepuh mendukung bupati itu untuk menemukan takdirnya di penjara,” kata Kiai Maksum, sebelum menghentak tali kendali kudanya. (hlm. 33).


Dari beberapa penggalan kisah tersebut menunjukkan, betapa Prasetyo menampakkan gelagat elite politik di sekitar kita. Keberadaan pesantren yang kerap kali diperhitungkan dalam melancarkan gerak roda kelompoknya demi mencapai kekuasaan yang mutlak.


Bumbu-bumbu lain pun dihadirkan oleh Prasetyo, yakni terkait persoalan tarik-ulur pembangunan pabrik semen di Lembah Gunung Bokong. Perlawanan, kecaman, pengkhianatan menjadi putaran gerak politik tersendiri. Negara pun turut serta dalam peristiwa daerah tersebut, selepas persoalan berlarut-larut dan memanjang hingga menjadi isu nasional.


Dalam novel ini, Prasetyo seakan menggarap sebuah dunia dengan segala kemungkinan yang kokoh, melalui kejernihan jiwa beberapa tokoh yang dihadirkan. Segalanya seakan menyelinap dalam benak dan batin kita. Menggelinding dalam roda keseharian yang tentu akan begitu mudah kita tunjuk di koran, televisi, dan segala media massa yang beterbangan di sekitar kita.


Artikel asli : klik di sini
Nama

#cintapentiumsatu,1,adv,18,Akademis,210,alquran,27,anak,16,aplikasi,13,Artikel,341,bahasa indonesia,21,banyuwangi,6,belajar,13,Biografi,46,biografi pahlawan,5,biografi penulis,6,biografi sastrawan,13,bisnis,5,blogger,3,budaya,33,buku,14,cerpen,3,cinta,53,contoh teks pidato,6,corona,22,covid,15,covid19,9,desa penari,10,Event,2,film,13,film bagus,5,filologi,2,filsafat,3,frasa,2,friyay,2,galau,4,giias,1,gramedia,1,guru,4,hadits,3,hubungan,47,humaniora,2,ibu,3,idul fitri,3,indonesia,9,industri kreatif,2,Info Lomba,26,instagram,2,internet,2,investasi,2,islam,14,jurnal,2,Juz Amma,26,kabar pendidikan,6,kahlil gibran,3,kalimat,9,Kampus,9,kamulah pemeran utama,1,kantor,4,karya sastra,2,karyawan,9,kata,9,kata gaul,2,kata mutiara,2,kata mutiara bahasa inggris,1,kawin tangkap,1,kbbi,5,kecantikan,4,keluarga,20,kemenag,2,kemerdekaan,3,kepemimpinan,1,kepribadian,2,kerajaan,4,kerajaan islam,1,kerajaan singosari,1,kerja,37,kesederhanaan umar,1,kesehatan,8,kesenian,1,kesuksesan,1,keuangan,1,kewarganegaraan,1,kisah sahabat nabi,1,kitab,1,kkn,1,kkn desa penari,9,kkn hantu,9,kkn horor,10,kkn mistis,9,klausa,1,knock knock,1,kode,1,kodikologi,1,kolonial belanda,1,komik,2,komponis,1,komunikasi,3,komunikasi antar budaya,1,konjungsi,1,konsep berpikir sastra,1,konsonan rangkap,1,kontes menulis novel,1,konversi,1,korea,4,korupsi,1,kosakata,5,kosmetik,1,kota,1,kpop,1,kreatif,1,krisis,1,krisis ekonomi,1,kritik,2,kritik sastra,2,kucing,3,kuis,1,kuliah,16,kuliah sastra,1,kuliner,7,kumpulan puisi,1,kurban,1,kurikulum,1,lagu,2,lagu perpisahan,1,lagu perpisahan sekolah,1,lamaran kerja,2,latihan psikotes,1,lawas,1,ldr,3,leksikal,1,leonardo da vinci,1,lifestyle,93,Lindu,1,linguistik,9,liputan,2,literasi,1,lomba,16,lomba 2020,2,lomba blog,1,lomba cerpen,1,lomba menulis,9,lomba menulis 2019,1,lomba menulis 2020,1,lomba novel,1,lomba nulis,1,lomba puisi,3,lontar,1,lotus feet,1,lowongan kerja,1,lucu,5,lulus,1,lulusan sastra,1,madura,1,mahasiswa,19,mahasiswa baru,1,mahasiswa lama,1,mahasiswa stres,1,majas,5,majas metafora,1,majas personifikasi,1,makalah,1,makan,1,makan anggur,1,makanan,4,makna sukses,1,malware,1,mambaca,1,manfaat cinta,1,manfaat dongeng,1,manfaat hipotesis,1,manfaat main game,1,manfaat menulis,1,manfaat pendidikan,1,manfaat rokok,1,mantan,2,manusia purba,1,mas pur,1,masa penjajahan,2,masa penjajahan belanda,3,masker,1,masyarakat,1,masyarakat madani,1,maulana affandi,1,medis,1,membaca,1,membaca cepat,1,membandingkan,1,mendapatkan ipk tinggi,1,mendikbud,3,mengatur keuangan,2,menggigit kuku,1,menikah,8,menikah dengan janda,1,meninggal,1,meningkatkan ipk,1,menteri,1,Menulis,6,menurut para ahli,65,merdeka,2,mertua,3,metode penelitian,1,microsoft,1,microsoft excel,1,milenial,1,mimpi,3,mimpi anggur,1,mimpi hamil,1,mimpi hamil menurut islam,1,mistis,2,mitos,14,mochtar lubis,1,model,2,morfologi,1,motivasi,7,motivasi semangat belajar,1,move on,2,mpls,1,mukbang,1,mumi,1,murid,1,museum,1,museum sandi,1,musik,6,Musik dan Film,12,musikalisasi puisi,1,musisi,1,muslim,3,nadiem,2,nadiem makarim,2,najis,1,naskah,3,naskah drama,1,negara,3,negara berkembang,1,negara maju,1,nh dini,1,nikah,14,nilai nilai pancasila,1,non fiksi,1,novel,16,nusantara,1,objek studi sosiologi,1,ogoh ogoh,1,olimpiade,1,online,13,onomatope,1,oposisi,1,oposisi biner,1,orang kaya yang tidak kuliah,1,orang tua,1,organisasi,2,organisasi budi utomo,1,origami,1,osis,1,osis sma,1,osis smp,1,pabrik tas,1,pabrik tas di bandung,1,pacar,27,pacar cemburuan,1,pacar pemarah,1,pacar penulis,1,pagelaran seni tari,1,pahlawan,7,palang merah,1,pameran,1,pancasila,1,pandemi,13,panjat pinang,1,pansos,3,pantai,1,pantomim,2,pantun,5,pantun gombal,1,pantun jenaka,1,papua,2,paragraf,6,paragraf argumentasi,1,paragraf deduktif,1,paragraf deskripsi,1,paragraf eksposisi,1,paragraf ineratif,1,paragraf narasi,1,paragraf persuasi,1,pariwisata,1,pasangan,9,pasar seni,1,patung,1,patung tertinggi,1,pbb,1,pdf,1,pdkt,1,pejuang skripsi,1,pekerjaan,1,pelapak,1,peliharaan,1,pelukan,1,pelukis,1,pembeli online,1,pembukaan pidato,1,pemimpin,2,pencemaran udara,1,pencucian uang,1,pendahuluan,1,pendidikan,24,penelitian,2,penelitian kualitatif,2,penelitian kuantitatif,1,penemuan,1,penerbit,10,penerbit buku,3,penerbit mayor,5,penerbitan,1,penerbitan buku,1,penerjemah,1,pengertian biografi,1,pengertian elite,1,pengertian elitisme,1,pengertian hegemoni,1,pengertian hikayat,1,pengertian hipotesis,1,pengertian hirarki,1,pengertian hotel,1,pengertian humaniora,2,pengertian konjungsi,1,pengertian kritik sastra,1,pengertian lontar,1,pengertian makalah,1,pengertian paragraf,1,pengertian pemimpin,1,pengertian pendahuluan,1,pengertian pidato,1,pengertian profesi,1,pengertian sastra,1,pengertian semantik,1,pengertian sintaksis,1,pengertian teater,1,pengertian teks anekdot,1,pengertian teks negosiasi,1,pengetahuan agama,1,pengusaha,1,penulis,22,penulis novel siti nurbaya,1,penyair,6,penyebab perceraian,1,penyunting,1,penyuntingan,1,perang,2,perang dunia,1,perang kuning,1,perbedaan bollywood dan tellywood,1,perbedaan candi budha dan hindu,1,perbedaan candi hindu dan budha,1,percaya diri,1,perempuan,1,peribahasa,3,peribahasa indonesia,2,pernikahan,3,perpanjang sim,1,perpisahan sekolah,1,perpusnas,1,perpustakaan,2,pertunjukan seni tari,1,perusahaan,2,peta indonesia,1,petik laut,1,pidato,8,pimpinan,1,pintar,1,pohon natal,1,polisemi,2,polusi udara,1,ponpes,1,pos indonesia,1,ppdb,2,ppdb 2020,2,ppdb tangerang,1,pragmatik,1,pramuka,1,prangko,1,preposisi,1,presiden,1,primbon,1,pring petuk,1,profesi,2,pronomina,1,proposal 17 agustus,1,proposal agustusan,1,prosa,1,psikologi,4,psikologi sastra,1,psikosomatis,1,psikotes online,1,puasa,2,puisi,100,puisi baru,2,puisi cinta,3,puisi lama,2,puisi prosais,1,puisi romantis,1,puisi sapardi djoko damono,1,putus sekolah,1,quotes,3,raden saleh,1,ramadan,1,Ramadhan,3,rambut,2,rampogan macan,1,rapid test,1,rasionalisme,1,Resensi,23,resensi buku,4,resensi novel,1,resep sayur lodeh,1,resign,3,reuni,1,revisi skripsi,1,rezeki,1,ridwan kamil,1,ririek adriansyah,1,riset,1,ritual,1,rokok,2,roman,2,romantis,2,rumah,5,rumpang,1,Sa'ad Bin Abi Waqqas,1,sahabat nabi,1,saham,1,sahur,1,sajak,1,sapardi djoko damono,4,sarjana,1,sastra,93,sastra indonesia,1,sastra jepang,2,sastra melayu,1,sastra melayu klasik,1,sastra nusantara,1,sastrawan,20,saudara perempuan,1,sayur lodeh,1,sd,1,sedih,1,Sehat,1,sejaraah pramuka indonesia,1,sejarah,56,sejarah budi utomo,1,sejarah dunia,1,sejarah internet,1,sejarah islam,1,sejarah lahirnya bahasa indonesia,1,sejarah nabi,1,sejarah perang dunia,1,sejarah pramuka,1,sejarah pramuka dunia,1,sekolah,25,selebgram,1,selingkuh,1,semangat belajar,1,semantik,2,semiotik,2,semiotik sastra,1,semiotika,1,seni,41,seni lukis,2,seni rupa,1,seni tari,1,seniman,2,seo,3,serpihan masa lalu,1,setia,1,siaga bencana,1,sidoarjo,1,sifat bahasa,1,sifat budaya,1,sifat cowok,1,sifat guru,1,silabus,1,silabus sma,1,silat,1,silogisme,1,silogisme positif,1,sinematografi,1,sinonim,1,sinopsis,6,sinopsis buku,1,sinopsis film,1,sinopsis novel,1,sintaksis,1,sistem pendidikan,2,siswa,6,situs budaya,1,situs lowongan kerja,1,situs psikotes,1,situs psikotes online,1,skripsi,3,slogan pendidikan,1,soal,2,soal agama,1,soal agama islam,1,soekarno,1,soft skill,2,sosial,1,sosiolinguistik,2,sosiologi,3,sosiologi sastra,1,souvenir,1,standar deviasi,1,stilistika,2,stratifikasi sosial,1,struktur artikel,1,struktur osis,1,struktur penulisan makalah,1,struktur teks anekdot,1,struktur teks eksemplum,1,suami,1,suhuf,1,sukses,10,sumba,1,sumpah pemuda,1,sungai,1,sungai terpanjang di dunia,1,surabaya,2,surat,2,surat kuasa,1,surat lamaran,2,sushi,1,susunan upacara bendera,1,Sutardji Calzoum Bachri,1,tanda tangan,1,tarawih,1,tari,2,tari seblang,1,tas,1,taubat,1,taufik ismail,1,teater,5,tebak tebakan lucu,1,teknik rumpang,1,teks,7,teks anekdot,2,teks biografi,1,teks cerita sejarah,1,teks ekemplum,1,teks eksplanasi,2,teks eksposisi,1,teks narasi,1,teks negosiasi,1,teks pidato,5,teks prosedur,1,teks rekon,1,teks sumpah pemuda,1,tekstologi,1,teman,9,teman punya masalah,1,tempat belajar,1,tempat bersejarah,1,teori,1,teori semantik,1,terapeutik,1,Terkini,44,terowongan,1,tes,3,tes kepribadian,1,tes kerja,1,tes psikotes,1,tes psikotes online,1,thailand,1,Tidur,1,tiongkok,1,tipografi,1,tipologi bahasa,1,tips,87,tips pindah rumah,1,toefl,1,toga,1,toko buku,1,toko online,1,tokoh,1,tokoh dunia,1,tokoh dunia yang putus sekolah,1,tokoh dunia yang tidak lulus kuliah,1,trading,1,tradisi,15,transhumanisme,1,traveling,2,uang,13,ucapan hari raya,1,ucapan idul adha,1,ucapan idul fitri,1,ucapan ulang tahun,3,ujian,1,ujian nasional,1,ujian skripsi,1,ulang tahun,1,umar,1,umar bin khattab,1,undangan pernikahan,2,unik,7,universitas,7,universitas padjajaran,1,unpad,2,unsur fungsional kalimat,1,unyeng unyeng,1,upacara,1,usaha,1,Van Ophuijsen,1,variasi bahasa,1,Viral,28,virus,5,virus corona,2,voc,1,wabah,2,wabah pes,1,wanita,7,wapres,1,warisan budaya,1,warna,1,wayang,1,wayang kulit,1,webtoon,1,wisata,6,wisata sejarah,1,wisuda,3,word,2,yogyakarta,1,youtube,3,zakat,1,zaman belanda,2,
ltr
item
Sastrawacana.id: Resensi Buku Cermin Jiwa Karya S. Prasetyo Utomo
Resensi Buku Cermin Jiwa Karya S. Prasetyo Utomo
Sastrawacana.id
https://www.sastrawacana.id/2018/05/resensi-buku-cermin-jiwa-karya-s.html
https://www.sastrawacana.id/
https://www.sastrawacana.id/
https://www.sastrawacana.id/2018/05/resensi-buku-cermin-jiwa-karya-s.html
true
6868353728205021859
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy