Header Ads Widget

Puisi "Samar"


 

Samar

oleh

Yani

 

Samar

Kulukis bayang wajahmu saat senja temaram

Disudut sudut hatiku masih kuingat

raut wajahmu meskipun samar

 

Senyum terakhir yang kulihat dari bibir indahmu

Kini Kucoba goreskan dalam aksara penaku

ingin rasanya kudengar kembali tawa dan suara lembutmu

Tapi sadarku..  kau tak mungkin aku milikki

 

Aku tak ingin seperti

punduk rindukan bulan

Meski di palung hati kau masih kurindukan

 

Biarlah namamu kutulis sebagai sang mantan

Potrekmu pun ku hapus dari beranda maya

Suatu kesalahan bila aku terus bertahan

mencintai milik orang

 

Rasamu yang pernah kau ucapkan

Cintamu yang pernah kau titipkan

Akan kukenang sebagai pelajaran

 

Mencintai suami orang

bukanlah wanita bijaksana

 
Karena aku tak ingin bahagia

di atas derita wanita yang lainnya