Header Ads Widget

Puisi "Ludah di Lidah"


Ludah di Lidah

oleh

Enggar

 

Menari berlari meliuk-liuk

Dunia menerpamu

Badai cumbu mengitari

Luka hati bersalut gincu

 

Lidah-lidah menjilati

Entah di mana Tuhan saat itu

Mungkin duduk sambil minum teh

 

Tapi aku tahu

Kau yang tidak tahu

Dia sedang merajut mimpi

Sekaligus mengoyaknya

Dan kita adalah serpihannya

 

Kau tak tahu rasanya

Berjalan sekehendakmu

Bersikap sesukamu

Berpikir cukup dengan seperempat otak

Atau tidak sama sekali

 

Acuh dengan sampah di lidahmu

Entah dunia sedang apa

 

Jalan Terus!

Karena kau tak pernah tahu

Nikmatnya menjadi gila

Asa menggantung senja

Duka dia rasa seperti pucuk mengering